Sejarah Irak menjuarai Pialai Asia 2007 membuka mata dunia bahwa sepak bola Irak masih bisa melahirkan talenta-talenta berbakat pengolah kulit bundar ditengah perperangan. Sebelum kesuksesan tersebut, pemain yang bermain di Eropa hanya Hawar Mulla Mohammed yang kala itu perkuat klub asal Siprus. Lalu arus pebola dari timnas yang berjuluk Lions of Mesopotamia untuk merumput di benua biru pun semakin ramai.

Pada pertengahan tahun 2015, seorang pesepakbola berusia 21 tahun berkebangsaan Irak pindah ke kesebelasan yang bermain di Serie A, Udinese. Pemuda tersebut sebelumnya memperkuat klub asal Turki, Çaykur Rizespor. Namanya adalah Ali Adnan. Peraih penghargaan pemain muda terbaik Asia tahun 2013. Berkat keberhasilannya membantu Irak melaju hingga semi-final Piala Dunia U-20 yang berlangsung di tahun tersebut.

Berdasarkan catatan situs rsssf.com, Shiwan Ahmed Sadiq adalah orang Irak pertama yang bermain di Italia. Namun klub yang diperkuatnya masih level amatir yaitu AC Moncalieri dan Fulgor Salzano.

Ali Adnan mengidolai Roberto Carlos. Hal yang wajar mengingat dia berposisi sebagai bek sayap kiri. Kemampuannya diakui oleh Udinese dengan dipercaya main sebanyak 65 pertandingan dari 3 musim berseragam putih-hitam dalam ajang Serie A. Pertengahan tahun 2018, Ali sudah berganti kesebelasan lain di Italia yakni Atalanta Bergamo.

Sampai pertengahan paruh musim ini, Ali Adnan baru dimainkan 3 kali di Serie A. Sejak giornata 8, dia selalu ditempatkan pada bangku cadangan tanpa diturunkan. Pelatih Gian Piero Gasperini lebih mengandalkan Robin Gosens atau Timothy Castagne yang mengisi pos bek sayap kiri.

Kendati begitu, Ali Adnan masih menjadi pilihan utama di timnas Irak. Namanya ikut serta dalam skuat yang akan bertempur di Piala Asia 2019 oleh Srečko Katanec selaku pelatih Lions of Mesopotamia. Di kesempatan pertama tampil di pentas teratas turnamen antar bangsa Asia pada tahun 2015, Ali Adnan menorehkan sebiji asis dari 5 kali dimainkan. Irak finis sebagai semifinalis.

Kali ini di Uni Emirat Arab, Ali Adnan kembali memperlihatkan peningkatan kemampuannya. Pada matchday 1 fase grup Piala Asia 2019, sepakan bebasnya menembus gawang Vietnam. Skor akhir pertandingan yaitu 3-2 dengan Irak menang atas lawannya. Dia sudah mengikuti sang idola, Roberto Carlos yang berguna untuk negaranya dengan kelihaian memanfaatkan free kick.

Gol tersebut mengingatkan publik sepak bola Irakdengan memori 2007. Waktu itu saat babak 8 besar, Irak mengatasi perlawanan Vietnam dengan skor 2-0. Kapten tim, Younis Mahmoud memborong semua gol tersebut. Dengan salah satunya berasal dari eksekusi tendangan bebas. Apakah ini menjadi kesamaan yang berujung Irak bisa meraih trofi Piala Asia 2019?

Asa Lions of Mesopotamia untuk bisa berjaya kembali di Piala Asia 2019 salah satunya bersandar pada putra bangsanya yang sudah merasakan kerasnya pertandingan di ranah Italia. Ali Adnan, gladiator dari Irak.