Luis Garcia mengawali rentetan drama Liverpool vs Chelsea pada tahun 2005 lewat “gol hantu” yang menunda Chelsea tampil di Final Liga Champions untuk pertama kalinya yang kala itu dihelat di Istanbul. Pada tahun 2008, giliran Chelsea yang menjegal langkah Liverpool menuju ke final Liga Champions dengan “bantuan” Gol bunuh diri bek Kiri Liverpool saat itu, John Arne Riise pada menit 90+5. Drama terakhir sebelum Liverpool bertemu Chelsea di Final Super Cup 2019 tentu saja adalah kejadian “Gerrard Slip” yang mengubur impian The Reds merengkuh gelar Premier League untuk pertama kalinya. Drama terbaru akhirnya menjadi milik Liverpoli, 14 tahun setelah pendukung mereka merayakan menyanyikan Istanbul is Wonderful untuk pertama kalinya.

Liverpool sukses menjuarai UEFA Super Cup setelah memenangkan adu penalty 5-4 di Istanbul, Turki. Anak asuh Jurgen Klopp sempat tertinggal 1 gol lebih dulu di babak pertama sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di babak kedua dan memaksa laga berlanjut ke babak extra time. Di babak extra time kedua tim kembali membuat masing-masing 1 gol sehingga laga berakhir 2-2 dan pemenang harus ditentukan lewat adu penalti yang pada akhirnya dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 5-4.

Kedua tim memainkan formasi 4-3-3. Klopp mencadangkan Firmino dan memainkan Oxlade-Chamberlain di sayap kiri sedangkan Mane bermain sebagai penyerang tengah. Joe Gomez bermain di bek kanan menggantikan Alexander-Arnold. Sementara manajer anyar Chelsea, Frank Lampard membuat beberapa perubahan dengan memainkan Kante, Pulisic dan Giroud sejak awal laga. 

  
Gambar 1. Susunan pemain kedua tim

Liverpool Kesulitan Membangun Serangan di Babak Pertama

Chelsea bertahan dengan formasi 4-3-3. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya  di mana Chelsea kalah telak oleh Manchester United, di laga ini Chelsea menerapkan blok pressing menengah dan bertahan sebagai sebuah unit yang compact (rapat, jarak antar lini berdekatan). Kante dan Kovacic mengcover kedua sayap saat bertahan. Giroud, Pulisic dan Pedro turun di area middle third Chelsea untuk menutup akses operan bek Liverpool ke pemain tengah mereka.

Gambar 2 Chelsea bertahan compact dengan formasi 4-3-3

Berbeda dari biasanya, di babak pertama kedua full-back Liverpool tidak melakukan overlap. Milner dan Henderson lah yang banyak bergerak melebar untuk melakukan crossing. Namun di sisi kiri jarak Milner dan Ox Chamberlain seringkali terlalu jauh dari Robertson sehingga Liverpool banyak memulai serangan dari kanan. Sisi kanan penyerangan Liverpool yang ditempati oleh Gomez, Henderson dan Salah kerap kesulitan melakukan kombinasi operan karena kalah jumlah dengan pemain Chelsea di mana Pulisic, Kovacic, Emerson dan bahkan Zouma melakukan overload (unggul jumlah) 4v3 dan menutup akses operan Liverpool. Absennya Firmino menyebabkan tidak ada pemain yang bisa membantu serangan di sisi sayap ataupun pemain yang berperan untuk switch/memindahkan bola ke area yang kosong. Beberapa kali Van Dijk atau Fabinho mengirimkan long pass ke Salah untuk bypass lini tengah Chelsea. Liverpool hanya mampu menciptakan 1 shoot on target dari situasi open play di babak pertama.

Gambar 3 Overload Chelsea di sisi kanan serangan Liverpool

 

Chelsea Mengancam lewat Transisi Menyerang yang Cepat

 Chelsea bermain sebagai satu unit yang compact di laga ini. Saat kehilangan bola pemain Chelsea akan segera melakukan  pressing. Saat Liverpool kehilangan bola, pemain-pemain Chelsea dengan cepat melakukan counter attack dengan kombinasi operan cepat dan diakhiri through pass ke belakang pertahanan Liverpool. Whoscored mencatat total Chelsea melepaskan 7 through ball di laga ini. Gol pertama Chelsea tercipta dari situasi serupa. Pada situasi transisi Kante dengan cepat membawa bola dan mengoper ke Pulisic. Giroud berlari menuju ruang di belakang pertahanan Liverpool dan Pulisic pun melepaskan through pass yang diselesaikan menjadi gol oleh Giroud. Tercatat Giroud mendapatkan 2 kali peluang serupa di babak pertama. Kante tercatat 8 kali melewati pemain Liverpool dan menciptakan 4 peluang. Ditambah pergerakan cepat oleh Pulisic dan Pedro, Chelsea cukup sukses merusak organisasi pertahanan Liverpool dan menciptakan 7 percobaan tembakan di babak pertama.  

Gambar 4 Giroud mendapatkan ruang dengan bebas di belakang bek Liverpool

 

Masuknya Firmino Mengubah Dimensi Serangan Liverpool

Firmino yang masuk menggantikan Ox-Chamberlain di babak kedua menghidupkan permainan kombinasi lini depan Liverpool yang hilang di babak pertama. Tercatat Firmino melepaskan 22 operan sukses dan 2 assist untuk Sadio Mane. Firmino berperan untuk turun ke lini tengah dan menerima bola di antara lini tengah dan belakang Chelsea, lalu memberikan through pass ke area flank. Firmino juga acap kali melebar guna membantu menyediakan opsi passing sehingga Liverpool tidak kalah jumlah di area flank seperti di babak pertama.

Gambar 5 Firmino menerima bola di antara lini tengah dan lini belakang Chelsea

Hasilnya Liverpool menciptakan total 9 attempts, 5 di antaranya tepat sasaran di babak kedua. Kombinasi Firmino-Mane kembali menciptakan gol kedua untuk Liverpool di masa Extra Time. Berhasil memenangkan perebutan bola di tengah, Mane memberikan through pass kepada Firmino. Keempat bek Chelsea dipaksa mundur  untuk menutup ruang gerak atau crossing Firmino. Ini menciptakan ruang antar lini yang tidak sempat ditutup oleh gelandang The Blues. Mane mengeksploitasi ruang ini dan menerima cut back dari Firmino untuk mencetak gol keduanya.

Gambar 6 Gol kedua Liverpool memanfaatkan ruang antar lini Chelsea

Permainan Through Pass Chelsea membuahkan Hadiah Penalti

Chelsea menciptakan banyak peluang dari skema through pass ke belakang pertahanan Liverpool di sepanjang babak kedua hingga extra time. Hal ini dilakukan untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Liverpool yang memainkan garis pertahanan tinggi. Penalti yang didapatkan oleh Tammy Abraham berawal dari pergerakan Pedro ke ruang di belakang pertahanan Liverpool dan beradu lari 1v1 dengan Gomez. Pedro melepaskan crossing kepada Tammy Abraham yang berada di situasi terbuka untuk melakukan shooting  harus dilanggar oleh Adrian. Chelsea sukses menyamakan kedudukan setelah Jorginho berhasil mengeksekusi tendangan penalti pada menit 101.

 

Gambar 7 Through pass Barkley menuju Pedro sebelum Chelsea mendapatkan hadiah penalti

***

Istanbul kedua bagi The Blues, Ketiga bagi The Reds

Liverpool kembali menghadapi adu tendangan penalti di Istanbul setelah 14 tahun lalu mereka mengalahlan AC Milan. Kelima algojo The Reds sukses menunaikan tugasnya, sementara hanya Tammy Abraham yang gagal dari kelima penendang Chelsea. Meskipun sempat terkecoh, namun kaki Adrian mampu menghalau bola dari Tammy Abraham yang diarahkan ke bagian tengah. Menahan imbang skuat Juara Liga Champions 2019 selama 120 menit merupakan Hal positif bagi skuat muda yang diasuh Frank Lampard tersebut. Final Super Cup adalah langkah awal bagi kedua tim untuk kembali tampil di Istanbul Mei 2020 nanti.

Secara overall Chelsea menciptakan total 21 percobaan tembakan di laga ini, ini adalah alarm bagi lini pertahanan Liverpool. Saat menghadapi Norwich (EPL gameweek 1) mereka menerima 12 tembakan, lebih banyak dibanding rata-rata musim lalu di Anfield. Di awal musim ini mereka tampak kesulitan menghadapi tim yang memainkan through ball mengandalkan pemain cepat yang berlari ke belakang pertahanan mereka. Jebakan offside dengan garis pertahanan tinggi seringkali tidak optimal. Pekerjaan rumah bagi Klopp untuk membenahi organisasi pertahanan mereka.

Dilihat dari aspek serangan Chelsea tampak sangat menyerang musim ini. Namun  dari aspek pertahanan, total mereka sudah kebobolan 6 gol di dua laga kompetitif musim ini. Di laga ini Kepa dipaksa melakukan penyelamatan sebanyak 11 kali. Permasalahan Chelsea masih sama, berkali-kali lini depan dan tengah meninggalkan ruang antar lini yang besar saat transisi bertahan.Lini belakang mereka dengan mudah terekspos saat lawan melakukan counter attack. Di pekan pertama Liga Primer Inggris, The Blues juga kecolongan oleh Man. United dengan cara yang sama. Lubang yang besar ini mampu dimanfaatkan Liverpool saat Mane mencetak gol kedua di laga ini.

 

Gambar dari tangkapan layar: Vidio.com