Jika melihat pada skuat timnas Prancis di Euro 2020, dari tiga penjaga gawang yang didaftarkan, dua diantaranya telah berusia diatas 30 tahun. Kapten sekaligus kiper inti, Hugo Lloris pada bulan Desember nanti akan berumur 35 tahun. Kemudian ada Steve Mandanda yang kini berusia 36 tahun.

Untuk ukuran penjaga gawang, banyak ujar-ujar bahwa “semakin tua, semakin jago”. Yang artinya semakin bertambah usianya, kiper semakin hebat dalam menjaga gawangnya. Akan tetapi, Prancis yang akan tampil di World Cup 2022 dengan status juara bertahan, perlukah melakukan perubahan pada sektor goalkeeper?

Baca Juga:  Debat Kiper: Samir Handanovic – Jan Oblak

Pada skuat Piala Dunia 2018, Alphonse Areola untuk melengkapi kuota tiga penjaga gawang yang disediakan. Dua slot yang terisi sudah milik Lloris dan Mandanda. Sementara pada tim yang berpartisipasi di Piala Eropa 2020, kiper ketiga yang terpilih adalah Mike Maignan.

Persamaan dari Areola dan Maignan salah satunya yakni klub profesional pertamanya. Keduanya bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) sejak masih remaja. Kemudian berlanjut berkesempatan membela tim ibukota Prancis tersebut.

Soal jumlah caps yang diperoleh di PSG, mengambil perhitungan dari transfermarkt.com, Areola telah bermain sebanyak 107 pertandingan. Sedangkan Maignan malah mencatatkan nihil penampilan Bersama Les Parisiens.

Maignan hengkang dari PSG pada awal musim 2015/16 dan kemudian bergabung dengan Lille. Sedangkan Areola sering menjalani masa peminjaman ke kesebelasan lain. Termasuk di musim ini dimana West Ham United memutuskan untuk loan Areola. Maignan juga telah berganti tim di musim ini, karena AC Milan memboyongnya dari Lille.

Bicara perihal torehan prestasi, Areola telah banyak momen mengangkat piala. Selain trofi World Cup pada tahun 2018 lalu, gelar juara World Cup U-20 juga masuk dalam koleksi penghargaannya. Belum lagi gelar juara lainnya yang diperoleh kala masih mendapat kesempatan di PSG, serta semusim membela Real Madrid. Berbanding dengan Maignan yang baru merasakan angkat piala pada musim 2020/21 bersama Lille.

Maignan Areola

Pada musim 2020/21, Mike Maignan semakin bersinar namanya. Keberhasilan Lille menjuarai Ligue 1 salah satunya berkat ketangkasan kiper kelahiran tahun 1995 tersebut menjaga pertahanan. Main sebanyak 38 partai di liga, jumlah kebobolan yang diderita yakni 23 gol dan berhasil clean sheet di 21 pertandingan.

Sementara Alphonse Areola di musim 2020/21 menjalani masa peminjaman di Fulham. Menjadi kiper inti dengan tampil di 36 partai Premier League. Kemampuan cukup teruji dengan perolehan clean sheet di 9 pertandingan. Sayangnya, selayaknya lini pertahanan tim papan bawah yang amburadul, Areola harus rela kebobolan sebanyak 48 gol.

Keputusan Alphonse Areola untuk menerima tawaran dari West Ham United di musim ini cukup beresiko. Karena di klub asal London tersebut telah bercokol Lukasz Fabianski yang merupakan kiper inti. Namun persaingan dengan penjaga gawang asal Polandia ini bisa meningkatkan kemampuan Areola. Apalagi Fabianski juga dikenal memiliki skill yang mumpuni.

AC Milan yang kehilangan Gianluigi Donnarumma telah menyiapkan rekrutan barunya, Mike Maignan sebagai kiper inti yang baru. Ketatnya kompetisi di Liga Italia dengan para penyerang yang beragam tipikal gaya main diyakini akan semakin mengasah kemampuan Maignan. Apalagi trek rekor penjaga gawang Prancis yang bisa sukses di tanah Italia.

Kesempatan bagi Maignan dan Areola untuk menembus skuat timnas Prancis terus terbuka. Apalagi ada ajang Piala Dunia 2022 terpampang di depan mata mereka. Hanya saja siapa diantara kedua nama ini yang (nantinya) akan menjadi yang kiper utama di Les Blues?