Jika berbicara mengenai sepak bola Slovenia, materi perdebatan yang paling umum bagi pemerhatinya yakni membandingkan antara Samir Handanovic dan Jan Oblak. Berposisi sama yakni penjaga gawang. Dan masing-masing sudah mendapat banyak pujian dan apresiasi sebagai bentuk pengakuan kemampuannya.

Contohnya pada ajang Trophee Yachine (Yashin Trophy) yang merupakan anugerah penghargaan atas penjaga gawang terbaik dunia buatan France Football. Acara yang pertama kali berlangsung akhir tahun 2019 lalu, Jan Oblak dan Samir Handanovic masuk dalam nominasi kandidat pemenang penghargaan tersebut. Meski kemudian yang keluar sebagai peraih trofinya adalah kiper Liverpool dan timnas Brasil, Alisson.

Kita coba indikator perbandingan antara Samir Handanovic dan Jan Oblak dari jasa bagi timnas Slovenia. Samir Handanovic yang memulai karir terlebih dahulu telah berhasil mengantar negaranya berpartisipasi di World Cup tahun 2010. Dari tahun 2004 sampai tahun 2015, Handanovic mengumpulkan 81 caps. Sementara Jan Oblak memulai karir timnas level senior pada tahun 2012 dan sekarang sudah mengoleksi 28 caps. Menyandang status pesepakbola Slovenia dengan harga pasar yang tinggi saat ini, Oblak tengah berjuang memberi kebanggaan untuk negaranya.

sumber foto: twitter @inter

Memulai karir di Italia pada usia 20 tahun, Samir Handanovic dipinang oleh Udinese di bursa transfer pertengahan tahun 2004. Kemudian menjalani masa peminjaman terlebih dahulu di Treviso, Lazio, Rimini. Karirnya mulai menunjukkan perkembangan di Rimini karena berhasil mencuri perhatian hingga bersaing dengan Gianluigi Buffon untuk menjadi kiper terbaik di Serie B 2006/07.

Kemampuannya terus meningkat bersama Udinese dengan dipercaya sebagai kiper utama. Keperkasaan Udinese menembus papan atas (finis di posisi 4 Serie A 2010/11 dan posisi 3 Serie A 2011/12) tak lepas dari peran Samir Handanovic dalam menjaga gawangnya.

Awal musim 2012/13, Inter Milan yang ditinggal salah satu kiper legendarisnya, Julio Cesar merekrut Samir Handanovic. Posisi sebagai penjaga gawang inti tak pernah lepas darinya sampai sekarang. Predikat sebagai kapten tim kini diemban olehnya.

Salah satu kepiawaian Samir Handanovic adalah mengantisipasi tendangan penalti lawan. Tinggal menunggu waktu untuk memecahkan rekor Serie A soal jumlah terbanyak penyelematan atas sepakan 12 pas tersebut. Dari 79 penalty kick yang dihadapi, 24 tendangan berhasil digagalkan langsung oleh Handanovic. Sama dengan pencapaian salah satu kiper ternama Italia, Gianluca Pagliuca. Jika dihitung dengan hasil tendangan yang mengenai tiang atau jauh dari gawang, Handanovic menggagalkan 30 penalti, Pagliuca 31 penalti.

sumber foto: twitter @atleti

Dengan usia 16 tahun, Jan Oblak sudah bisa menjadi penjaga gawang utama Olimpija Ljubljana. Dia masuk ke klub asal Slovenia tersebut sejak usia 10 tahun dan menimba ilmu di akademi sepak bolanya. Benfica yang kemudian mengetahui bakatnya langsung memboyong Oblak di pertengahan tahun 2010. Dimana usianya saat itu 17 tahun.

Di Portugal, Oblak dipinjamkan ke beberapa klub Portugal lain seperti Beira-Mar, Olhanense, Uniao de Leiria, Rio Ave. Mulai memperkuat Benfica pada musim 2013/14. Dengan keberadaannya menjaga gawang, Benfica terbantu untuk memborong gelar-gelar utama domestik dan sukses menembus final Europa League.

Petualangan Jan Oblak berlanjut di Spanyol bersama Atletico Madrid yang merekrutnya di awal musim 2014/15. Saat itu, Atleti harus merelakan Thibaut Courtois yang kembali ke Chelsea. Setelah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, pos kiper inti selalu dipercaya kepada Oblak sampai sekarang.

Pada awal Desember 2019 lalu, Jan Oblak memecahkan rekor klub perihal clean sheet terbanyak di La Liga. Melewati raihan dari kiper lawas Atletico Madrid, Abel Resino tercatat sudah mengoleksi 95 clean sheet. Dan sampai sekarang, catatan nirbobol Jan Oblak akan terus bertambah sepanjang dirinya bertahan di Wanda Metropolitano. Kelebihan dari skill Jan Oblak adalah mengantisipasi tendangan dari luar kotak penalti. Hal ini ditunjang oleh kemampuan lompatannya yang sejak masih muda telah menjadi anugerah dari Tuhan.