Beredar rumor transfer yang menghebohkan dari dua klub satu kota yakni Inter Milan dan AC Milan. Hakan Calhanoglu dan Milan tak kunjung menemui kata sepakat untuk perpanjangan kontrak kerja sama yang berakhir pertengahan tahun 2021. Cristian Eriksen kini dalam situasi yang kurang baik dalam skuad dan Inter berencana melepasnya. Pertukaran antar dua gelandang tersebut menjadi isu yang diangkat media-media sepak bola ternama.

Sudah sering terjadi perpindahan langsung pemain antara Inter dan Milan. Untuk soal pertukaran pemain, terakhir kali terjadi pada bursa transfer awal musim 2012/13. Giampaolo Pazzini dijual Inter ke Milan dengan harga € 12,5 juta. Antonio Cassano pindah dari Milan ke Inter dengan tebusan € 5,5 juta.

Setidaknya ada beberapa faktor pendukung yang dapat meyakinkan AC Milan dan Inter Milan untuk melakukan pertukaran pemain antara Hakan Calhanoglu dan Cristian Eriksen.

Kiprah pemain Denmark di AC Milan
Tercatat ada enam pesepakbola asal Denmark yang pernah memperkuat AC Milan. Thomas Helveg dan Jon Dahl Tomasson merupakan bagian dari skuad I Rossoneri yang menjuarai Liga Champions 2002/03. Meski status kedua merupakan pemain alternatif bila pemain inti tak bisa bermain atau tak tampil baik.

Bek andalan Milan musim ini, Simon Kjaer sampai sekarang masih berstatus pemain timnas Denmark. Tentu bisa menjadi faktor pendukung adaptasi bagi Cristian Eriksen dengan sepak bola Italia.

Hakan Calhanoglu ikuti Umit Davala?
Sedangkan untuk pemain berkebangsaan Turki, AC milan pernah diperkuat dua nama. Sebelum tiba Hakan Calhanoglu, Umit Davala membela I Rossoneri di musim 2001/02. Tak banyak caps yang bisa didapat gelandang yang direkrut dari Galatasaray tersebut. Musim berikutnya dia dipindahkan ke Inter Milan.

Sejauh ini ada lima pemain asal Turki yang memperkuat Inter Milan. Itu pun hanya Emre Belozoglu yang bisa dikatakan sering mendapat kesempatan bermain. Dari empat musim bersama Il Nerazzurri, 115 caps yang dikumpulkannya.

Sama-sama dibutuhkan
Secara tipe permainan Hakan Calhanoglu dan Cristian Eriksen berbeda. Namun perbedaan tersebut justru bisa menjadi tambahan kekuatan bagi Inter dan juga Milan. Sehingga memungkinkan pertukaran ini direalisasikan.

Cristian Eriksen jarang tampil bagus di Inter dengan Antonio Conte yang gemar memakai formasi 3-5-2. Sedangkan Milan musim ini di bawah kendali Stefano Pioli menggunakan formasi 4-2-3-1 yang dimana Eriksen dapat berguna untuk mengisi posisi yang biasa diisi Calhanoglu. Seperti saat di Tottenham Hotspur atau timnas Denmark, Eriksen kerap tampil bagus dalam formasi tersebut. Umpan-umpan darinya dapat memberikan kemudahan mendukung fungsi Rafael Leao selaku winger dan Zlatan Ibrahimovic yang menjadi goal getter.

Hakan Calhanoglu memang belum terbiasa bermain dengan formasi 3-5-2 atau 3-4-1-2. Bukan berarti kemampuannya tak maksimal. Setidaknya dia bisa menjadi trequartista yang Antonio Conte idamkan. Sehingga Nicolo Barella dapat kembali ke posisi idealnya sebagai gelandang tengah tipe Central Midfielder (CM). Kemudian juga Il Nerazzurri akan mendapat keuntungan berupa tambahan set-piece taker. Mengingat dalam skuad saat ini belum ketemu sosok yang tepat sebagai penolong dalam eksekusi bola mati.