Dua puluh enam laga sudah dilalui Watford di Premier League musim ini. Tabel klasemen sementara menempatkan klub berjuluk The Hornets di peringkat delapan. Raihan poin yang dikumpulkan sebesar 37 poin. Hasil dari 10 kemenangan dan 7 imbang. Lebih baik dari musim lalu, dalam jumlah pertandingan yang sama menempati posisi sebelas dengan mengemas 30 poin.

Musim Peringkat Menang-Seri-Kalah Jumlah Poin Selisih Gol
2018/19 8 10-7-9 37 34-34
2017/18 11 8-6-12 30 37-45
2016/17 12 8-7-11 31 30-43
2015/16 9 10-6-10 36 29-28

Sampai pekan 26 Premier League. Sumber data: Whoscored

 

Sejak kembali naik ke kasta teratas liga Inggris, pencapaian Watford sampai gameweek 26 yang terbaik tercipta pada musim ini. Secara posisi klasemen dan jumlah poin memang paling bagus, tapi produktivitas gol masih kalah dari musim lalu.

Polesan Javi Garcia selaku manajer harus diakui dapat meningkatkan performa Watford. Skuat yang diasuh sekarang ini tak jauh berbeda dari musim sebelumnya. Dengan cermat, dia mengatur strategi sesuai dengan kelebihan-kelebihan skill pemain-pemainnya. Pola utama yang dipakai adalah empat orang lini pertahanan dengan double six di lini tengah. Wujud keberhasilan pria berkebangsaan Spanyol tersebut dilihat dari angka poin per matches yang dihasikan menjadi paling tinggi dari empat orang yang menangani The Hornets dalam empat musim terakhir.

Durasi Bergabung Total Pertandingan Poin Per Matches
Javi Garcia 21 Januari 2018 sampai sekarang 45 1,36
Marco Silva 27 Mei 2017 sampai 21 Januari 2018 26 1,12
Walter Mazzarri 1 Juli 2016 sampai 22 Mei 2017 41 1,05
Quique Sanchez Flores 1 Juli 2015 sampai 30 Juni 2016 44 1,30

Sumber data: Transfermarkt

 

Pemain rekrutan musim 2018/19 paling menonjol yaitu kiper yang kembali membela Watford, Ben Foster. Lulusan akademi Manchester United ini selalu dipercaya mengawal gawang menit pertama pertandingan di Premier League. Menempati urutan empat dalam urusan melakukan upaya penyelamatan terbanyak. Hingga gameweek 26, sudah 7 partai dengan clean sheet yang dibuatnya.

Posisi fullback Watford juga menjadi tumpuan utama lini pertahanan. Dengan skema 4 bek, sisi sayap diisi Jose Holebas di kiri dan Kiko Femenia atau Daryl Janmaat di kanan. Diantara pemain-pemain The Hornets lain, Holebas dan Janmaat tersering melakukan blok terhadap umpan silang dari lawan. Peran ofensif juga dimaksimalkan dengan aktif mengirimkan umpan silang dan melakukan dribble.

Mengenai bersih-bersih di lini tengah diserahkan kepada Abdoulaye Doucouré dan Étienne Capoue. Duet gelandang bertahan asal Prancis ini diandalkan untuk memutus serangan lawan. Berdasarkan catatan Whoscored, sampai sekarang keduanya terbanyak bikin umpan diantara pemain-pemain Watford lainnya. Sedangkan perihal tekel, terdapat 3 midfielder dari 4 pemain sering melakukan hal tersebut. Selain keduanya, satu nama lagi adalah Will Hughes.

Kemudian dalam poros menyerang, Gerard Deulofeu dan Roberto Pereyra yang kerap dipercaya oleh Javi Garcia. Keduanya merupakan penggiring bola terbanyak di Watfrod saat ini dari data yang dihimpun Whoscored. Menjalankan lakon sabagai penopang ujung tombak yang dihuni antara dua nama yaitu Troy Deeney dan Andre Gray. Sekaligus menjadi sumber gol alternatif. Pereyra sementara berstatus top skor The Hornets di Premier League.

Ketajaman para penyerang utama menjadi satu hal yang perlu diperbaiki. Jika kinerja Deeney dan Gray membaik di sisa musim ini, bukan tak mungkin Watford baka semakin mengilap. Sejauh ini finis terbaik The Hornets di jaman Premier League yaitu peringkat ketiga belas pada musim 2015/16.