Saat ini Getafe berada di peringkat kelima klasemen sementara La Liga hingga jornada 27 rampung. Untuk bisa menyelesaikan musim 2019/20 dengan finis di zona masuk Liga Champions di musim selanjutnya, ada dua slot tersisa (karena Barcelona dan Real Madrid diyakini akan sulit terlempar dari empat besar). Kemungkinan akan diperebutkan oleh Getafe, Atletico Madrid, Sevilla, Real Sociedad, Valencia.

Sejak kembali dalam persaingan keras La Liga pada musim 2017/18, Getafe tak lama-lama berjibaku di papan bawah klasemen. Sanggup finis di posisi 10 La Liga 2017/18 dan posisi 5 La Liga 2018/19. Peringkat yang ditempati musim lalu tersebut merupakan peringkat terbaik selama mengakhiri musim di La Liga.

Belajar dari pengalaman musim lalu yang nyaris finis di empat besar, Getafe melakukan sejumlah pembenahan untuk mengarungi musim 2019/20. Tetap dengan bujet anggaran yang tidak semewah Real Madrid dan Barcelona. Padahal Getafe akan bertempur di tiga kompetisi, La Liga, Copa Del Rey dan Europa League.

Di bawah mistar gawang berdiri David Soria, eks kiper Sevilla yang tampil apik di final Europa League 2015/16. Lini belakang tetap solid meski dihuni oleh nama yang kurang terdengar penggiat sepak bola lain. Bek-bek yang diandalkan Getafe musim ini antara lain Allan Nyom, Djene Dakonam, Damian Suarez. Sektor tengah diperkuat oleh gelandang timnas Serbia saat ini, Nemanja Maksimovic dan Mauro Arambarri yang berpaspor Uruguay.

Penyerangan dari Getafe perlu diwaspadai para lawannya. Pemain-pemain dengan posisi winger yang dimiliki Getafe saat ini ada Marc Cucurella, Francisco Portillo, Kenedy, Jason. Untuk duet penyerang di depan, pilihannya antara Jaime Mata, Angel Rodriguez, Jorge Molina. Kemudian ditambah striker pinjaman dari Palmeiras yang tiba awal tahun ini, Deyverson.

Formasi andalan yang digunakan Jose Borladas selaku entrenador Getafe yakni 4-4-2. Dengan strategi cenderung defensif tapi tetap efektif untuk mendulang gol. Sampai La Liga 2019/20 bergulir di jornada 27, David Soria cs kebobolan 25 gol. Terendah keempat dibawah Real Madrid (19 gol), Atletico Madrid (21 gol), Athletic Bilbao (23 gol).

Penampilan Getafe di ajang Europa League musim ini juga tak kalah mengesankan. Setelah melewati fase grup, Ajax Amsterdam berhasil disingkirkan di babak 32 besar. Lawan selanjutnya yang menanti adalah Inter Milan. Bila berhasil menaklukkan klub elit dari Italia tersebut, kiprah Getafe musim ini akan semakin diperhitungkan. Dan bisa mengulang prestasi klub di kompetisi antar klub Eropa, menembus fase perempat-final. Pencapaian tersebut terjadi pada musim 2007/08 kala berpartisipasi di UEFA Cup (sekarang Europa League).