Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane dikabarkan ingin memanggil kembali penyerang andalan Rayo Vallecano, Raul De Tomas. Pemain yang menyingkat namanya di kostum menjadi R. D. T. ini masih berstatus pemain Real Madrid yang sedang dipinjamkan. Statistiknya musim ini mendapat rapor yang baik. Hingga jornada 33, dia sudah mencetak 14 gol.

Bergabung dengan Real Madrid sejak berusia 10 tahun, R. D. T. terus bertahan di pelbagai kategori umur tim sampai ke tahap perkuat tim lapis kedua, Castilla. Kemudian pada tahun 2014 mulai naik pangkat masuk tim utama. Sayangnya dia hanya baru diberi kesempatan sekali tampil, yakni pada pertandingan Copa del Rey dengan beraksi di atas lapangan sekitar 14 menit.

Karena menghindari kemampuannya yang tidak terasah, R. D. T. memutuskan mencoba menambah pengalaman bertanding besama klub lain. Jadilah sejak tahun 2015, dia berpindah-pindah kesebelasan yang ada di La Liga 2 dengan status pinjaman. Kesebelasan tersebut adalah Cordoba, Real Valladolid, dan sekarang Rayo Vallecano.

Usai berhasil membantu Rayo Vallecano menjuarai La Liga 2 2017/18 dan menorehkan 24 gol, pada masa pramusim ini dia sempat balik ke Real Madrid. Namanya ada dalam skuat yang disiapkan untuk gelaran Piala Super Eropa 2018. Kemudian keinginan untuk dapat lebih banyak merumput di kesempatan pertamanya bermain di La Liga, membuat R. D. T. kembali perkuat Rayo Vallecano.

Dengan performanya yang kini semakin meningkat, R. D. T. memiliki harapan agar bisa menembus timnas Spanyol. Mengikuti jejak penyerang alumnus akademi Real Madrid yang disebut La Fabrica seperti Raul Gonzalez, Alvaro Negredo, Alvaro Morata. Meski tidak terlalu sering dimainkan, dia pernah masuk skuat La Furia Roja di jenjang U-16 sampai U-19.

Kondisi saat ini di Real Madrid, lini depannya bermasalah karena kerap mentok dalam urusan menjebol gawang lawannya. Sudah seharusnya R. D. T. yang tengah menanjak berkesempatan membuktikan kemampuannya bagi klub yang membinanya sejak kecil. Tapi sebelum menjadi penolong buat Los Blancos, R. D. T. dihadapkan pada situasi menyelamatkan Rayo Vallecano dari jeratan degradasi.