Sudah banyak nama gelandang-gelandang dengan kemampuan olah bola yang apik dalam balutan seragam biru-hitam khas Inter Milan. Tapi mungkin hanya sedikit yang tahu akan nama Evaristo Beccalossi. Pemain yang bergabung dengan klub berjuluk La Beneamata sejak tahun 1978 sampai 1984. Dengan mengoleksi caps 216 pertandingan dan membuat 37 gol.

Selama enam musim memperkuat Inter Milan, dia berhasil memberikan gelar scudetto musim 1979/80 dan memenangi Coppa Italia musim 1981/82. Evaristo Beccalossi dipercaya mengenakan nomor punggung 10, nomor yang sebelumnya pernah dikenakan pemain legendaris lain seperti Luis Suarez dan Sandro Mazzola.

Evaristo Beccalossi mengawali karir sepak bola bersama klub Brescia. Dengan talenta berbakat lain bernama Alessandro Altobelli, membentuk duet maut yang membanggakan buat kesebelasan asal tanah kelahirannya. Kemudian kesempatan pindah ke Inter Milan menyusul Alessandro Altobelli pun tiba. Pada saat itu, Inter dalam kendali Eugenio Bersellini sebagai allenatore ingin menjadikan klub yang dilatihnya mengandalkan pebola-pebola lokal. Menyaingi Juventus yang mendominasi soal pemain-pemain masuk skuad timnas Italia.

Oleh kalangan pewarta Italia, Beccalossi diberi julukan Il Genio dan Driblossi. Bukti bahwa kemampuannya bukan kelas teri. Tak heran bila dirinya mendapat tempat spesial bagi para tifosi yang menyaksikan permainannya. Simak sekilas aksi memukau dari Evaristo Beccalossi dalam kanal resmi YouTube milik Inter Milan;

 

Kendati memiliki karir yang gemilang di Inter, Evaristo Beccalossi belum pernah merasakan kenikmatan bertempur membela panji Gli Azzurri di level senior. Karir timnasnya hanya berkutat di level U-21 dan tampil di ajang Olimpiade tahun 1980. Persaingan centrocampista untuk timnas Italia berlangsung cukup ketat kala itu. Enzo Beazort selaku allenatore memilih Giuseppe Dossena (Torino) dan Bruno Conti (AS Roma) untuk ikut gelaran World Cup 1982.

Selepas dari Inter Milan, Evaristo Beccalossi pindah ke klub Italia lainnya, diantaranya Sampdoria (berhasil mempersembahkan Coppa Italia 1984/85), Monza, Brescia. Mengakhiri karir pesepakbola pada pertengah tahun 1991. Kemudian lebih banyak aktif di dunia sepak bola lewat berbagai media informasi olah raga Italia.