Belum lama dari Jean-Daniel Akpa Akpro merayakan ulang tahun untuk usia 28 tahun tepatnya pada tanggal 11 Oktober. Sembilan hari berselang, dia mendapat kesempatan main di lapangan dengan tajuk kompetisi Liga Champions. Klub yang dibela saat ini, Lazio akan menjamu lawan tangguh dari Jerman, Borussia Dortmund.

Tak ada canggung dari Lazio kendati telah lama absen di Liga Champions. Anak asuh Simone Inzaghi ini berhasil bermain menakjubkan dan menutup babak pertama dengan raihan dua gol tanpa balas. Akpa Akpro mencatat penampilan perdananya bersama I Biaconcelesti di ajang megah antar klub Eropa tersebut dengan masuk pada menit 67 menggantikan Sergej Milinkovic-Savic. Sama seperti klubnya tersebut, eks pemain Toulouse ini tampil meyakinkan dan berhasil mencetak satu gol.

Sejak datang pada awal musim ini, Simone Inzaghi selaku allenatore Lazio dalam pengamatannya lebih setuju mempertahankan Akpa Akpro daripada meminjamkannya ke klub lain. Kehadiran pemain timnas Pantai Gading diharapkan akan menambah daya saing tim yang akan berkecimpung di tiga kompetisi sekaligus. Posisi utamanya adalah gelandang tengah, namun juga bisa bermain di sisi lapangan untuk bek atau gelandang sayap kanan.

Kemampuannya yang versatile di beberapa posisi ini didapat tatkala masih belia dibawah arahan Alain Casanova, pelatih Toulouse. Sekitar tahun 2014, Arsene Wenger yang masih di Arsenal sempat meminatinya namun memberikan pendapatnya bahwa terlalu riskan di usianya yang masih muda (saat itu 21 tahun) menerima terlalu banyak ujian menempati posisi bermain. Hal ini disebabkan pada pengalamannya mengasuh Emmanuel Eboue.

Lahir di Toulouse
Awal karir Jean-Daniel Akpa Akpro di sepak bola dimulai dari kesebelasan kota asal kelahirannya, Toulouse. Bersama kakak-kakanya, Jean-Jacqeus Akpa Akpro dan Jean-Louis Akpa Akpro. Dari tiga bersaudara tersebut, Jean-Daniel yang merupakan anak bungsu ini bisa dikatakan yang paling cemerlang karir sebagai pesepakbola di kemudian hari.

Jean-Jacques (lahir tahun 1983) meniti karir sebagai pemain profesional di usia 18 tahun dengan bergabung US Colomiers. Klub tersebut lebih punya prestasi yang lebih baik di olah raga rugby. Sementara di olah raga sepak bola, sering berkutat di Championnat National 2, kompetisi tingkat empat di piramida liga Prancis. Karirnya bahkan sampai turun kasta ke Championnat National 3. Di situs pengetahuan favorit, Wikipedia tak ada penjelasan karir Jean-Jacques. Jika ingin mengetahui klub-klub mana saja yang dibelanya, bisa dilihat di sini.

Jean-Louis (lahir tahun 1985) sudah mendapat kesempatan tampil di tim utama pada tahun 2003 saat itu usianya 18 tahun. Jean Louis sempat mendapat panggilan untuk membela tim Prancis U-18. Namun sayangnya cedera menghentikan langkahnya untuk masuk timnas junior tersebut. Terhitung sejak partai perdana, Jean-Louis hanya bertahan di Toulouse sampai akhir musim 2006/07. Dan selanjutnya dia lebih banyak meneruskan karir sebagai pebola di Inggris bersama klub-klub yang tidak dengan nama mentereng.

Sang adik, Jean-Daniel masuk tim utama Toulouse juga pada usia 18 tahun. Musim 2011/12 akan menjadi musim perdananya sebagai pemain profesional. Perlahan-lahan, dia mulai menjadi bagian penting klub. Dibawah asuhan Alain Casanova yang menjabat sebagai pelatih Toulouse, Jean-Daniel menjadi pemain yang kerap dimainkan banyak posisi. Bek tengah, kanan atau kiri pernah diposisikan kepadanya. Kemudian maju kedepan sebagai gelandang sayap baik itu di kanan atau kiri juga pernah dilakoni. Dan gelandang tengah juga tak luput dari uji coba yang dilakukan Alain Casanova.

Jean-Daniel Akpa Akpro dipercaya menjadi kapten kesebelasan saat Dominique Arribagé hadir menjadi pelatih baru jelang musim 2014/15 berakhir. Akan tetapi musim 2016/17 dia mulai kalah pamor akibat cedera panggul yang dialami. Dan saat kontraknya berakhir setelah musim tersebut usai, dia dipersilahkan mencari klub baru.

Antara Prancis dan Pantai Gading
Panggilan membela timnas Prancis U-20 didapat Akpa Akpro pada Oktober 2011. Pun sama dengan kakaknya, Jean-Louis, tak ada kesempatan bermain didapatnya. Kala itu Prancis U-20 merupakan semi-finalis Piala Dunia U-20 yang berlangsung di musim panas tahun 2011. Dan pada skuad tersebut yang mengisi posisi gelandang terdapat pemain (yang kelak) menjadi bintang Antoine Griezmann.

Gagal membela Prancis, namun Akpa Akpro mendapat kesempatan untuk Go International dengan menerima panggilan dari timnas Pantai Gading. Sabri Lamouchi yang kala itu menjadi pelatih timnas berjuluk Les Elephants memberi pertandingan pertamanya di level negara pada tahun 2013. Dia dapat menembus skuad Pantai Gading di Piala Dunia 2014 dan sempat main di lapangan untuk bertanding ketika Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2015.

Namun dampak dari karirnya di klub tak kunjung membaik, Akpa Akpro tak menerima panggilan untuk partai kancah antar negara sejak terakhir di November 2015. Kesempatan comeback akhirnya tiba pada masa jeda Internasional yang tersedia pada tahun ini. Sayangnya dari dua pertandingan yang dilakoni, tak ada yang bisa dimenangkan Pantai Gading. Imbang 1-1 dengan Belgia (8/10) dan kalah dari Jepang dengan skor 1-0 (13/10).

Bangkit di Italia
Status tanpa klub dialami Akpa Akpro sejak pertengahan tahun 2017. Padahal setahun sebelumnya, di bursa transfer musim panas tahun 2016, dia diminati Kesebelasan asal Turki seperti Trabzonspor dan Galatasaray, serta tim dari Spanyol, Villarreal. Dalam masa mengganggur tersebut, dimaksimalkan Akpa Akpro untuk cepat pulih dari cedera panggulnya. Baru pada Februari 2018 bisa mendapat dia dapat bekerja kembali di kesebelasan yang bermain di Serie B, Salernitana.

Adaptasi dengan lingkungan baru coba dijalani Jean-Daniel Akpa Akpro. Mempelajari bahasa Italia agar dapat berkomunikasi dengan rekan-rekannya di klub. Kemudian pertandingan demi pertandingan dijalani dengan seragam Salernitana. Musim lalu, yakni 2019/20, Akpa Akpro dipercaya main sebanyak 33 pertandingan Serie B dan Coppa Italia. Dan pada musim tersebut pula, dia berhasil kembali merasakan nikmatnya merayakan mencetak gol. Dua gol menjadi torehan akhir karena kini dia sudah meninggalkan klub.

Selama di Salernitana, Akpa Akpro mendapat sorotan khusus mengenai perkembangannya dari direktur Lazio, Igli Tare. Sebab Salernitana sahamnya juga dimiliki oleh pimpinan Lazio, Claudio Lotito. Ikatan antara Salernitana dan Lazio sudah terjalin dengan seringnya I Biancocelesti meminjamkan pemainnya. Dan benar saja, pada musim panas ini, perpindahan Akpa Akpro menuju Stadion Olimpico tercapai dengan dana transfer pemain 3 juta euro. Selain tebusan uang, tiga pemain Lazio diberikan juga untuk Salernitana yaitu Marius Adamonis (kiper), Tiago Casasola (bek kanan) dan Andre Anderson (Gelandang).