Junior Messias menjadi salah satu pemain anyar yang diboyong AC Milan dalam mengarungi musim 2021/22. Sebelumnya pria berkewarganegaraan Brasil ini memperkuat Crotone.

Jalan takdir kehidupan tidak ada yang tahu. Siapa sangka dengan awal karir sepak bola yang sulit dan mengadu nasib di negara orang serta menekuni beberapa pekerjaan diluar lapangan hijau, kini Junior Messias berstatus pemain di klub legendaris, AC Milan.

Tak sedikit pesepakbola asal Brasil yang berhasil melejit namanya kala berseragam AC Milan. Mulai dari penjaga gawang, Dida. Bek sayap ada Cafu dan Serginho. Lalu ada Kaka yang merupakan pemain terakhir I Rossoneri yang bisa memenangi Ballon d’Or sehingga membawa trofi tersebut ke San Siro.

Kepedihan di tanah kelahiran
Sebagai anak lelaki yang lahir dari kota Belo Horizonte, bila punya mimpi menjadi pesepakbola, maka klub impiannya adalah Cruzeiro. Begitu juga dengan Junior Messias yang berkesempatan masuk ke tim pemuda Cruzeiro. Berkat aksi-aksinya di pertandingan-pertandingan dari beberapa ajang sepak bola untuk kalangan cilik, membuat tim pengamat dari Cruzeiro terpikat untuk merekrutnya.

Oleh teman-teman sepermainannya saat masih anak-anak, Junior Messias kerap dipanggil Mico. Seperti yang diketahui, Mico (merupakan Bahasa Portugis) artinya Monyet. Terkesan seperti ejekan, tetapi itu yang kata diteriakkan teman-temannya dalam merayakan keberhasilan Junior Messias mencetak gol dalam bermain bola.

Beranjak ke masa remaja, Junior Messias memiliki kenangan yang memilukan. Ceritanya, usai dari acara pernikahan sanak keluarganya, dia mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil. Penyebabnya tak lain adalah mabuk karena meminum banyak alkohol. Setelah kejadian tersebut, gaya hidup berubah dengan jauh dari pesta-pesta dunia malam dan lebih aktif di gereja.

Lesatan karir di Italia
Sampai tahun 2011, dengan usia 20 tahun, karirnya yang mandek di Cruzeiro membuat Junior Messias pergi merantau ke Italia. Disana dia meneruskan karir sepak bola di klub-klub tingkat amatir yang ada di kota Turin. Sembari menekuni profesi lain sebagai pesuruh kirim atau tukang perbaikan barang elektronik dari perusahaan milik pengusaha-pengusaha asal negara wilayah Amerika Selatan.

Kesempatan berkiprah di kompetisi resmi tiba pada tahun 2015. Kala itu Junior Messias bergabung dengan Casale, kesebelasan yang sedang berpartisipasi di divisi lima di liga Italia. Dengan kontribusi torehan 21 gol dari 32 penampilan selama musim 2015/16, dia membantu Casale meraih tiket promosi ke Serie D di musim selanjutnya.

Kemudian dari Casale, Junior Messias pindah ke klub Serie D lain seperti Chieri (2016/17) dan Gozzano (2017/18). Kesuksesan Gozzano yang naik kasta ke Serie C musim 2018/19, membuat pemain kelahiran tahun 1991 masuk dalam radar pantauan Crotone.

Pada musim 2019/20, Junior Messias sudah mentas di Serie B bersama Crotone. Dia sering diandalkan klub yang berjuluk I Pitagorici tersebut dengan tampil sebanyak 34 pertandingan dan berhasil cetak 6 gol. Berkat finis di posisi kedua classifica Serie B 2019/20, Crotone dapat tiket promosi untuk ke Serie A.

Jadilah pada musim 2020/21 sebagai pengalaman pertama dari Junior Messias bersaing di Serie A. Crotone mengandalkannya dan dia menunjukkan kebolehannya sebagai gelandang serang yang mumpuni dengan raihan 9 gol dalam 36 caps yang dicatatnya. Sayangnya pada akhir musim, I Pitagorici berada di zona degradasi dan harus kembali ke Serie B.

Jawaban dari kebutuhan AC Milan
AC Milan mengawali musim 2021/22 dengan kehilangan dua pilar utamanya yang tidak memperpanjang kontrak kerja. Kiper inti, Gianluigi Donnarumma hengkang ke Paris Saint-germain. Sebagai gantinya, Mike Maignan yang tampil apik dengan Lille berhasil digaet ke San Siro. Hakan Calhanoglu membelot ke rival sekota, Inter Milan. Dalam masa mercato musim panas ini, serangkaian transfer news untuk perekrutan pemain yang digadang sebagai pengganti Calhanoglu mengarah ke Josip Ilicic, Nikola Vlasic, James Rodriguez serta Romain Faivre.

Kendala finansial yang dihadapi membuat AC Milan tidak bisa jor-joran mengeluarkan dana untuk boyong pemain. Kemudian nama Junior Messias yang akhirnya didatangkan jelang bursa transfer pertengahan tahun ini ditutup. Dengan segala atribut yang dimiliki, diharapkan pemain asal Brasil ini solusi dari kebutuhan pemain baru di posisi gelandang serang.

Secara tipe permainan, Junior Messias dan Hakan Calhanoglu berbeda. Junior Messias lebih sering melakukan dribel. Hal ini dibuktikan dengan statistik dari Whosocred untuk Serie A musim 2020/21, Junior Messias memiliki angka dribel sukses sebanyak 105 kali. Catatan tersebut merupakan terbaik kedua setelah kapten Udinese (yang sekarang pindah ke Atletico Madrid) Rodrigo De Paul yang menorehkan 122 dribel sukses. Sedangkan Hakan Calhanoglu merupakan pemain yang lihai mengeksekusi set-pieces dan berdasarkan data Whoscored, menjadi pengumpul key passes tertinggi di Serie A musim lalu dengan jumlah 98 kali.

Juru taktik AC Milan, Stefano Pioli memang tidak menjadikan Junior Messias sebagai pengumpan layaknya Calhanoglu. Dengan keunggulan yang dimiliki berupa gemar melakukan dribel, pemain yang kini berusia 30 tahun ini diharapkan menjadi alternatif apabila serangan tim tidak berjalan dengan baik. Ditunjang oleh kemampuannya yang dapat bermain ditempatkan posisi mana saja di lini depan.

*****

Menurut kamuskata.com, di Indonesia terutama daerah timur seperti Sulawesi dan Maluku, Mesias (penulisan dalam Bahasa Indonesia) merupakan salah satu nama yang sering diberikan untuk anak laki-laki. Masih dari sumber yang sama, arti nama Mesias adalah orang yang berani, cerdas, dan pekerja keras. Orang ini juga seorang teman yang setia. Ia memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang sangat dapat diandalkan. Ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya.

Banyak kalangan penggemar AC Milan yang menanggapi kedatangan Junior Messias dengan tidak antusias. Salah satu sebab yakni latar belakangnya yang sedemikian tersebut dari tingkat bawah liga Italia. Tapi bukan berarti pemain yang akan mengenakan nomor punggung 30 tersebut patut dipandang remeh.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya terkait arti nama Mesias, Junior Messias siap membela AC Milan dengan segenap kemampuan dan memberikan segalanya demi membantu klubnya berjaya kembali. Dari sebutan akrab terdahulu yaitu Mico, sekarang bersiap dipanggil Messias al Diavolo Rosso (Penyelamat untuk Setan Merah).