Kompetisi antar klub Eropa di musim 2020/21 akan segera bergulir. Italia mengirim empat tim di Liga Champions dan tiga tim di Europa League. Musim lalu, kendati sempat terhalangan pandemi Covid-19, perwakilan Serie A bisa menembus babak final. Inter milan tampil di final Europa League 2019/20. Terakhir kali klub Serie A bisa mentas di partai pamungkas kompetisi antar klub eropa level kedua ini yakni pada musim 1998/99 dengan keberhasilan Parma menjuarai Piala UEFA.

Dalam sepuluh musim terakhir, hanya tiga kesempatan saja klub Italia tampil pada partai final di kompetisi antar klub Eropa. Yaitu pada Europa League musim lalu dan Juventus yang dua kali menjadi finalis Liga Champions pada musim 2014/15 dan 2016/17.

Kalau dibandingkan dengan Spanyol tentu kalau jauh. Dimana dalam sepuluh musim terakhir perwakilan La Liga sanggup tampil di final Liga Champions sejumlah 8 kali dengan menciptakan dua kali Derby Madrid. Kemudian di ajang Europa League, Sevilla dominan empat kali menjadi juara, Atletico Madrid dua kali juara dan Bilbao yang menjadi finalis pada musim 2011/12.

Tak hanya Spanyol yang mempertemukan sesama klubnya di pertandingan pamungkas kompetisi antar klub Eropa pada jangka sepuluh musim terakhir. Pada musim 2018/19 Premier League menciptakan All England Final di dua kompetisi sekaligus, Liga Champions dan Europa League. Kesebelasan dari 1.Bundesliga berhasil menorehkan sejarah All German Final pada Liga Champions 2012/13. Serta klub dari Primeira Liga membuat All Portugal Final di Europa League 2010/11.

Berapa kali perwakilan liga yang berhasil masuk final?

UEFA Champions League UEFA Europa League
La Liga 8 kali 7 kali
Premier League 5 kali 5 kali
Serie A 2 kali 1 kali
1. Bundesliga 4 kali tidak ada
Ligue 1 1 kali 1 kali
Primeira Liga tidak ada 4 kali
*dalam 10 musim terakhir

Dari ketiga kesempatan main di final tersebut, kesebelasan Serie A takluk dari lawannya yang kebetulan berasal dari Spanyol. Sehingga kerinduan ranah calcio untuk mendarat trofi supremasi antar klub Eropa belum dapat terwujud. Lantas, bagaimana dengan musim ini?

Ujian di Liga Champions
Berdasarkan undian fase grup, keempat klub Italia akan mendapat ujian yang berat. Memang benar, tidak ada grup yang mudah di Liga Champions. Kemudian perlu diingat juga, sudah tiga musim belakangan ini ada saja tim dari Italia yang sudah gugur dari Liga Champions di fase grup.

Pemegang Scudetto dalam sembilan musim terakhir, Juventus tergabung di grup G bersama Barcelona, Dynamo Kyiv, Ferencváros. Persaingan di grup ini mengerucut kepada dua ikon sepak bola ternama saat ini. Cristiano Ronaldo yang berbalut seragam Juventus dan Lionel Messi sang kapten Barcelona. Jika tak ada perlawanan yang berarti dari Dynamo Kyivdan Ferencváros, tiket ke babak 16 besar sudah pasti dalam genggaman Juve dan El Barca.

Setelah musim lalu pada penampilan perdana di Liga Champions mencapai perempat final, Atalanta bisa dikatakan bukan lawan sepele. Berada di grup D, bareng Liverpool, Ajax, Midtjylland. Benar, kedua pemegang predikat badge of honour Liga Champions yaitu Liverpool dan Ajax akan menjadi pesaing terberat kesebelasan berjuluk La Dea. Namun kualitas skuad terbukti masih tangguh dalam masa awal-awal Serie A musim ini.

Langganan grup neraka sepertinya bisa disematkan kepada Inter Milan. Musim lalu tersingkir dari Liga Champions pada fase grup akibat kalah bersaing dengan Barcelona dan Dortmund, meski kemudian nyaris juara Europa League. Kali ini Il Nerazzurri satu tempat dengan Real Madrid, Shakhtar Donetsk, Borussia Mönchengladbach. Bila tidak hati-hati dalam mencermati lawan, bisa saja tren selalu gugur di fase grup dalam dua musim terakhir akan bertambah.

Butuh waktu 13 musim bagi Lazio untuk kembali masuk fase grup Liga Champions. Catatan I Biancocelesti di kompetisi utama di Eropa ini paling bagus yakni mencapai perempat final. Sudah lama terjadi pada musim 1999-00 yang dimana merupakan masa keemasan Lazio. Grup F yang berisi Zenit St. Petersburg, Borussia Dortmund, Club Brugge meski bukan termasuk klub elite Eropa, tapi punya pengalaman mumpuni karena lebih aktif berpartisipasi di Liga Champions ketimbang Lazio.

Peluang di Europa League
Tiga klub Italia masuk fase grup Europa League 2020/21. Lebih baik dari musim lalu yang hanya menyertakan dua klub karena Torino kandas di babak play-off.

Kans AS Roma untuk melewati fase grup cukup besar mengingat lawan-lawannya di grup A bisa dikatakan tak selevel. Namun pantang bagi Lorenzo Pellegrini cs untuk menganggap remeh Young Boys, CFR Cluj dan CSKA Sofia.

Sementara Napoli justru mendapat pesaing dari liga Spanyol dan liga Belanda. Real Sociedad sering merepotkan klub elit La Liga. Begitu pun dengan AZ Alkmaar yang sering menyeruduk kemapanan Eredivisie. HNK Rijeka yang berasal dari Kroasia juga menyimpan kekuatan yang belum banyak diketahui.

Label grup neraka di ajang Europa League 2020/21 menempel di grup H. Dimana disitu ada AC Milan. Klub elit Skotlandia dan pernah meraih Liga Champions pada era 60-an, Celtic siap mengancam. Kemudian ada Sparta Prague yang dominan di Rep. Ceko. Serta kesebelasan tangguh dari Prancis yang kerap menjadi kawah candradimuka bagi pebola belia yakni Lille.

Kendati bisa saja mendapat “tambahan” perwakilan Serie A lain dari yang tersingkir di fase grup Liga Champions, namun Roma, Napoli dan Milan tetap menatap kompetisi Europa League dengan serius. Sejak berganti nama dari yang sebelumnya Piala UEFA, belum ada lagi klub Italia yang berhasil menjadi turnamen ini.

Serie A