Kalender tahun 2020 sudah berada di fase triwulan terakhirnya. Kondisi mengenai kompetisi sepak bola di Indonesia belum juga ada kabar yang positif. Seperti yang kita ketahui, Liga 1 2020 belum digelar lagi semenjak situasi penjuru negeri yang terdampak penyebaran COVID-19.

Sekitar pertengahan bulan Oktober ini, pertemuan antara pengelola kompetisi, PT. Liga Indonesia Baru, dengan pengurus PSSI serta klub-klub telah sepakat untuk digelarnya kembali kompetisi sepak bola pada tanggal 1 November 2020. Waktu berlalu dan kepastian apakah kesepakatan itu bisa disetujui pihak lain belum ada kabarnya hingga artikel ini tayang.

Apakah ada perundingan-perundingan antar pihak terkait yang belum bisa diselesaikan?

Perputaran ekonomi klub
Para pesepakbola juga berstatus pekerja. Mereka mendapat uang berkat kepiawaiannya memainkan bola di atas lapangan hijau yang menjadi arena adu. Begitu pula dengan pelatih, tim medis dan profesi lain yang menjadi bagian dari sebuah klub sepak bola.

Dengan situasi tak ada kompetisi, klub kesulitan menjalani perputaran ekonomi agar dapat menunaikan hak para pekerjanya. Kesebelasan-kesebelasan elit mancanegara yang kekayaannya dapat diketahui saja mengambil sejumlah langkah efisiensi pengelolaan anggaran. Apalagi di tim-tim sepak bola Indonesia yang selalu ada budaya tombok. Sebelum efek masa pandemi ini beredar saja klub-klub Indonesia kerepotan mengurusi hidup dari aspek finansial.

Sekarang kesebelasan-kesebelasan seantero Indonesia sepi pemasukan di laporan keuangannya. Penjualan tiket pertandingan tak ada. Barang-barang dengan corak klub tak menjamin selalu laku dibeli. Pendukung ekonomi dari sponsor bisa saja pergi karena mengalami masalah sendiri menghadapi situasi ini. Media-media penyiaran yang bisa dipakai untuk memberikan informasi seputar aktifitas segenap insan yang ada di klub belum memberikan pengaruh signifikan dalam hal perputaran uang.

Dengan dihelatnya kembali kompetisi diharapkan dapat memantik antusias masyarakat sehingga sepak bola di negara ini tidak mati secara industri. Tentu saja dengan menerapkan aturan ketat dan standar kesehatan baku agar tidak memperparah masa pandemi ini. Pertandingan mungkin tidak dihadiri oleh penonton di Stadion. Siaran pertandingan dari layar kaca yang akan menjadi andalannya. Apalagi tiap klub bisa melakukan siaran pertandingan secara mandiri namun dengan kesepakatan-kesepakatan dengan pengelola kompetisi dan rekan kerja media penyiaran resmi Liga 1 2020.

Demi Tim Nasional
Hajatan turnamen Piala Dunia U-20 akan berlangsung di Indonesia pada tahun 2021. Harapan dan target tinggi diberikan kepada elemen timnas yang akan membela nama negara kita di ajang tersebut. Pelatih Shin Tae Yong terus mengembangkan kemampuan pesepakbola muda dengan training camp di luar negeri. Namun bagi pemain belia lainnya yang tak ikut pelatihan tersebut, kesempatan unjuk kebolehan bisa didapat jika mengikuti kompetisi yang dihelat di tanah air ini.

Apalagi telah banyak pemain asing yang musim ini membela klub Indonesia memilih tidak melanjutkan pekerjaannya. Hal tersebut cukup masuk akal. Alasan (yang sering dibilang alasan utama) pesepakbola asing datang ke negara kita adalah ingin merasakan atmosfer pertandingan yang sangat ramai. Dengan kondisi sekarang ini, apa bedanya bermain di negara lain dengan di Indonesia? Bermain di negara lain yang lebih dekat dengan keberadaan keluarga menjadi opsi yang diambil para pemain asing tersebut.

Memang belum tentu para pemain muda ini dapat memanggul tekanan yang besar jika bermain di kompetisi kasta utama sekelas Liga 1 2020. Namun jika berhasil menangani tekanan yang beredar, tentu akan berimbas positif terhadap kemampuan pemain muda tersebut.

Harus ada perubahan format
Jika kompetisi sepak bola di Indonesia dapat berlangsung, tentu sebaiknya harus dengan perubahan format kompetisi. Liga 1 2020 baru berjalan 3 pekan. Jika mengusung tema musim 2020, tentu tak ideal melanjutkan liga dengan sistem penuh sepasang pertemuan antar peserta. Tahun 2020 tengah mendekati pergantian kalender.

Akan lebih baik kalau tema musim menjadi 2020/21. Liga 1 berakhir pada April tahun depan, sehingga bisa mempersiapkan timnas yang bertanding di World Cup U-20 yang dijadwalkan Mei-Juni 2021. Enam bulan menjalani sisa kompetisi bisa cukup kalau memang diharuskan menjalani Liga 1. Tapi sangat riskan soal jadwal main yang dekat tentunya bila mengharuskan dua putaran atau sepasang pertandingan antar peserta. Kemudian setelah World Cup U-20 selesai, Liga 1 bersiap untuk musim 2021/22.