Kompetisi sepak bola di Prancis mungkin tak segemerlap Inggris atau Spanyol. Ligue 1 masih kalah pamor dibanding Premier League dan La Liga. Meski begitu, bukan berarti negara yang memenangi Piala Dunia 2018 ini terpinggirkan dalam percaturan liga di Eropa.

Semenjak klub ibu kota Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) dimiliki kalangan keluarga tajir dari ranah Timur Tengah per tahun 2011 lalu, kekuasannya di Ligue 1 begitu kuat. Hanya dua kali Les Parisiens gagal merengkuh gelar juara liga. Yakni saat musim 2011/12 dan 2016/17. Dengan kualitas skuad yang dimiliki saat ini, tak heran bila publik sepak bola menjagokan PSG meneruskan hegemoninya sebagai kampiun liga.

Geliat ancaman serius dalam perebutan gelar juara amat mungkin datang dari Olympique Marseille (OM) dan Olympique Lyon (OL). Kebetulan pada musim 2019/20 ini, kedua tim tersebut sama-sama mengganti juru taktiknya. Tak pelak, pergantian tersebut dapat merubah wajah baru yang bisa berimbas ketatnya persaingan meraih peringkat pertama Ligue 1.

Saatnya Mengakhiri Dominasi PSG?
Tak seperti biasanya, pergerakan mendatangkan pemain PSG masih belum mengeluarkan uang banyak. Lini tengah telah diboyong Ander Herrera, Idrissa Gueye, dan Pablo Sarabia. Menambah mutu gelandang yang siap diolah Thomas Tuchel yang masih dipercaya melatih di Parc des Princes. Sayangnya kisruh transfer yang melibatkan Neymar masih menghiasi pemberitaan sepak bola sampai saat ini.

Kubu OM bukan diam saja menghadapi Ligue 1 2019/20. Kehilangan striker sekaliber Mario Balotelli coba ditutupi dengan membawa striker Boca Juniors, Dario Benedetto. Dibawah komando baru dari Andre Villas-Boas sebagai pelatih menggantikan Rudi Garcia, tak perlu banyak susun ulang strategi. Sebab, banyaknya para pemain andalan semisal Dimitri Payet, Kevin Strootman, dan Luis Gustavo tak meninggalkan OM.

Sang runner-up musim lalu, LOSC Lille dalam upaya menambal kekuatan akibat hengkanya pilar utama. Nicolas Pepe cabut ke Arsenal dan Rafael Leao gabung ke AC Milan. Total penerimaan dari bursa transfer hingga saat ini berdasarkan data Transfermarkt sebesar £135 juta. Para pengganti yang direkrut yakni Yusuf Yazici, Victor Osimhen, Timothy Weah yang kebetulan sama-sama berusia dibawah 23 tahun.

Pendapatan uang yang banyak dari bursa transfer musim ini juga dialami oleh Lyon. Berkat menjual Tanguy Ndombele ke Spurs dengan nominal £54 juta dan Ferland Mendy ke Real Madrid dengan nominal £43,2 juta. Meski ditinggal sejumlah andalan, OL masih mampu menebar ancaman. Keberhasilan menaklukkan Arsenal dan mencomot trofi Emirates Cup pada pre-season musim ini membuktikan kualitas Les Gones.

Kendati menjalani musim 2018/19 dengan buruk, AS Monaco (ASM) tak boleh ditepikan begitu saja dalam kans menempati papan atas. Menghadapi musim 2019/20, Leonardo Jardim selaku pelatih tak dipusingkan dengan banyaknya pemain inti yang angkat kaki dari Stade Louis II. Cesc Fabregas, Aleksandr Golovin, Kamil Glik masih loyal. Masa uji coba dapat dilalui dengan baik secara perpaduan gaya main tim.

Tiap lawan harus mengincar kelengahan PSG yang mungkin bisa mengabaikan beberapa partai di Ligue 1 dan kompetisi domestik lain. Imbas dari target utama musim 2019/20 (yang ramai diberitakan) yaitu menjuarai Liga Champions.

Berkumpulnya Pelatih Muda
Pos pelatih para klub Ligue 1 musim ini lebih banyak diisi oleh pria yang berusia dibawah 50 tahun. Hitungan tersebut dalam kalangan pelatih masuk dalam kategori belia. Bisa dibilang kompetisi di Prancis tak hanya kawah penggemblengan bagi pemain muda, namun juga untuk sektor kepelatihan.

Menariknya, dari kelompok pelatih muda tersebut tercatat menukangi klub yang menjadi kandidat juara Ligue 1 musim ini. Mereka adalah Thomas Tuchel (45 tahun) di PSG, Andre Villas-Boas (41 tahun) di OM, Sylvinho (45 tahun) di OL. Ditambah oleh Leonardo Jardim (45 tahun) di ASM, Patrick Vieira (43 tahun) di OGC Nice, Paulo Sousa (48 tahun) di Bordeaux yang mewakili dari jajaran tim yang berpotensi mendobrak papan atas.

Dalam sepuluh musim terakhir, hanya tiga kali pelatih yang berusia menginjak 50 tahun keatas yang berhasil mengantarkan timnya menjuarai Ligue 1. Yaitu Rene Girard (58 tahun – 2011/12), Carlo Ancelotti (54 tahun – 2012/13) dan Laurent Blanc (50 tahun – 2015/16).

Seni melatih di liga Prancis ini sungguh unik. Mereka harus bisa memaksimalkan talenta pemain yang dimiliki. Terlepas dari langkah jor-joran transfer pemain dari PSG, klub-klub Ligue 1 sudah dikenal sebagai salah satu produsen pebola jempolan. Pemain yang masih muda, diasuh oleh pelatih yang belum banyak ilmu kepelatihan tapi mau belajar. Hubungan sama-sama mau mengasah kemampuan tersebut menjadi faktor penting perkembangan sepak bola Prancis.

Alasan PSG sewaktu merekrut Thomas Tuchel sebagai pelatih salah satunya yakni karakternya yang sesuai dengan nilai klub, ambisius dan memperlihatkan karakter menyerang. Memang gejolak darah muda pada umumnya yaitu besarnya hasrat untuk membuktikan diri. Tetapi hal tersebut tak lantas menimbulkan pengaruh negatif. Karena baik pemain dan pelatih (yang masih muda) perlu menyerap banyak pelajaran agar mengembangkan jam terbangnya.

Penyedap Aroma Persaingan
Rivalitas antara PSG dan OM memang begitu sengit. Musim ini tambahan motivasi perseteruan kedua kubu tersebut berupa perolehan trofi juara Ligue . PSG sekarang sudah meraih delapan titel. Sementara OM masih dengan sembilan titel. Selisih yang bisa disamai musim ini andai Les Parisiens tetap melanjutkan kedigdayaannya.

Prestasi yang diraih Andre Villas-Boas berupa gelar juara liga didapat dari negara asalnya, Portugal serta Rusia dengan menangani Zenit St. Petersburg. Namun saat hijrah ke Inggris, dia bak pesakitan di Chelsea dan Tottenham Hotspur. Pada petualangannya di Prancis kali ini bersama Marseille, mantan asisten Jose Mourinho tersebut berambisi menggapai piala agar menambah prestasinya.

Lyon tak lagi menjuarai Ligue 1 sejak musim 2007/08. Penantian yang coba diakhiri berbekal perfoma apik di sejumlah laga uji coba. Sylvinho baru pada tahun ini berkesempatan lebih terdepan membesut klub. Sebelumnya dia adalah asisten pelatih dari Roberto Mancini dan Tite. Para legenda OL di jajaran stafnya yakni Claudio Cacapa dan Gregory Copuet siap bantu meringankan tugasnya.

Papan atas Ligue 1 mungkin belakangan hanya ketat di zona Liga Champions karena gelar juara dikuasai PSG. Namun kalau bicara papan bawah, level persaingannya tinggi dan masih perlu benar-benar pekan terakhir untuk lihat tim mana-mana saja yang terdegradasi.

Ligue 1 mungkin bisa bersiap kehilangan salah satu magnet kompetisi bernama Neymar. Namun jika hal tersebut terjadi, akan ada bintang baru yang siap berperan sebagai ikon liga Prancis. Semua tergantung bagaimana tindakan yang diambil PSG dalam menanggapi polemik tentang pemain termahal dunia yang sekarang menimpa.