Baik itu Atalanta dan Inter Milan, memiliki banyak persamaan. Mulai dari berasal wilayah yang sama yakni Lombardia. Kemudian seragam utama bertanding di lapangan memakai paduan warna biru-hitam. Ketika Atalanta akan mentas di Liga Champions 2019/20, klub berjuluk La Dea ini memainkan laga kandang di Stadion Giuseppe Meazza, yang kita tahu merupakan markas bersama Inter Milan dan AC Milan.

Kehangatan antara Atalanta dan Inter Milan pun bersambung pada perekrutan pemain. Seringkali, Inter Milan membeli pemain dari Atalanta atau Atalanta menerima pemain dari Inter. Di skuad La Beneamata (salah satu julukan Inter) musim ini, ada Roberto Gagliardini dan Alessandro Bastoni yang merupakan jebolan akademi Atalanta. Selain kedua pemain tersebut, telah banyak pemain yang pernah merumput di Atalanta dan Inter Milan.

Giuseppe Meazza
Penyerang legenda Italia ini namanya begitu harum di Inter Milan. Menghabiskan 14 musim dalam dua periodenya di Inter yaitu tahun 1927 sampai 1940 dan musim 1946/47. Bermain sejumlah 408 pertandingan dan mencetak 284 gol. Gelar juara yang dipersembahkan yakni tiga Scudetto dan 1 Coppa Italia.

Giuseppe Meazza juga pernah membela Atalanta. Tepatnya pada musim 1945/46 saat usianya 35 tahun. Statistiknya bersama La Dea yakni 14 caps dengan 2 gol yang dibuatnya.

Keberhasilan Italia menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1934 dan 1938 tak lepas dari kontribusi Giuseppe Meazza.

Angelo Domenghini
Lahir di provinsi Bergamo, Angelo Domenghini sejak berusia 19 tahun membela klub tanah asalnya Atalanta. Selama 4 musim (terhitung sejak tahun 1960 sampai tahun 1964), dia tampil sejumlah 76 partai dengan menorehkan 23 gol. Dia pun menjadi salah aktor utama dari keberhasilan Atalanta meraih juara di Coppa Italia 1962/63.

Inter yang tengah dalam masa terbaiknya dengan asuhan Helenio Herrera menambah kekuatan dengan merekrut Angelo Domenghini pada awal musim 1964/65. Lima musim perkuat La Beneamata, dia mencatatkan 54 gol dari 164 laga yang dihadapi. Merasakan euforia dua gelar Scudetto, satu trofi Liga Champions dan dua kali menjuarai Piala Interkontinental.

Angelo Domenghini masuk dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Eropa tahun 1968.

Massimo Paganin
Massimo Paganin memperkuat Inter sejak pertengahan tahun 1993 sampai tahun 1997. Dalam rentang waktu tersebut, dia tampil sebanyak 151 pertandingan di segala ajang. Turut menjadi bagian dari tim yang menjuarai Piala UEFA (sekarang Europa League) musim 1993/94.

Kemudian Massimo Paganin bermain untuk Atalanta selama dua musim, yakni 2000/01 dan 2001/02. Menjadi andalan di lini pertahanan klub tersebut dengan koleksi 57 caps.

Christian Vieri
Sepanjang karirnya sebagai pesepakbola, Christian Vieri telah memperkuat 12 klub. Dari jumlah tersebut, Atalanta menjadi kesebelasan yang dibela dalam tiga periode. Yaitu pada musim 1995/96, 2006/07 dan 2008/09. Bersama La Dea, peraih sepatu perak di Piala Dunia 1998 menorehkan 13 gol dari 37 partai.

Sedangkan karir terlama Christian Vieri di klub sepak bola yakni menjadi pemain Inter selama enam musim. Memulai peruntungannya di awal musim 1999/00 sampai dengan musim 2004/05 rampung. Berhasil menjadi top skor Serie A pada musim 2002/03 dan juara Coppa Italia 2004/05. Jumlah gol untuk La Beneamata yaitu 123 gol dari 190 caps.

Nicola Ventola
Musim perdana di Inter yaitu 1998/99, dia bermain sebanyak 37 partai dari segala kompetisi dan menghasilkan 11 gol. Kemudian dia lebih banyak dipinjamkan ke klub-klub lain. Sempat kembali membela Inter di musim 2001/02 dengan raihan 10 gol dari 27 pertandingan.

Karir Nicola Ventola membaik di Atalanta. Pada periode pertamanya bergabung yakni musim 2001/02 dengan status pinjaman, 32 kali dimainkan dengan perolehan 11 gol. Kembali perkuat La Dea di Serie B 2005/06 setelah tak lagi dikontrak oleh Inter. Ikut andil dalam keberhasilan klubnya promosi dengan kontribusi 15 gol dari 35 partai.

Maurizio Ganz
Maurizio Ganz meroket karirnya kala memperkuat Atalanta. Dari awal musim 1992/93 sampai 1994/95 selesai, dia tampil dalam 83 pertandingan dengan raihan 40 gol. Sempat kembali ke Atalanta untuk memperbaiki karirnya pada musim 2000/01, dia bermain di 31 laga dengan membuat 9 gol.

Inter memboyong Maurizio Ganz dari Atalanta pada musim panas tahun 1995. Menghabiskan dua setengah musim bersama La Beneamata, 98 kali dimainkan dengan 39 gol berhasil dibuatnya.

Domenico Morfeo
Domenico Morfeo masuk akademi sepak bola Atalanta sejak usia 14 tahun dan memulai karir profesional di klub tersebut saat usia 17 tahun. Lima musim berkiprah dengan La Dea, Morfeo mencatatkan 110 kali bermain dan menyumbang 28 gol.

Sempat semusim bermain untuk Inter. Yakni pada musim 2002/03. Domenico Morfeo hanya 17 kali tampil di liga dan 10 kali di kompetisi Eropa.

Alberto Fontana
Atalanta merekrut Alberto Fontana pada awal musim 1997/98 dari Bari untuk diproyeksikan sebagai kiper inti. Tiga musim dia mengawal gawang La Dea dengan jumlah 112 pertandingan dengan 44 kali tanpa pernah kejebolan oleh lawan.

Sementara saat perkuat Inter, Alberto Fontana menjadi kiper pilihan kedua. Tak pelak, dari empat musim bersama La Beneamata dia hanya mengumpulkan 24 caps.

Ezequiel Schelotto
Balutan jersey Atalanta dikenakan Ezequiel Schelotto selama satu setengah musim. Setelah menjalani masa peminjaman di Cesena dan Catania. Bek kanan kelahiran Argentina ini dipercaya turun ke lapangan sebanyak 56 kali dengan raihan 2 gol dan 8 asis.

Ezequiel Schelotto tiba ke Inter pada Januari 2013. Selama setengah musim 2012/13 tersebut, dia main sebanyak 13 laga dengan satu-satunya gol yang dicetak menjadi salah satu momen terbaiknya.