Mengambil peran sebagai pelatih pengganti ditengah perjalanan musim tentu tidaklah mudah. Harapan klub dan pendukungnya untuk meraih hasil lebih baik menjadi beban yang amat berat. Apalagi di ajang Liga 1 2019, kompetisi utama Indonesia yang suhunya begitu panas untuk para peracik strateginya.

Untuk tahun ini tercatat ada 11 klub yang mengerjakan pergantian pelatih saat Liga 1 2019 sedang berlangsung. Dengan 3 klub diantaranya melakukan sebanyak dua kali. Langkah tersebut yang dilakukan oleh Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan Semen Padang indikasinya bisa disebabkan pada presentase kemenangan yang kecil.

Dari sekian nama-nama pelatih pengganti di Liga 1 2019, tidak semuanya bisa meraih rapor kemenangan dengan angka yang tinggi. Posisi pelatih pengganti bersifat sementara atau yang lebih dikenal caretaker tidak masuk dalam daftar dibawah ini.

pelatih persebaya

Berstatus sebagai jawara bertahan, Persija Jakarta mengarungi Liga 1 2019 dengan kepayahan. Keputusan menunjuk Edson Tavares sebagai pelatih pengganti dalam upaya membantu Riko Simanjuntak cs memperbaiki permainan dan menjauhi zona merah. Ketajaman Marko Simic pun meningkat sehingga bisa merebut predikat top skor Liga 1 2019.

Eks pelatih timnas, Aji Santoso pada awal musim Liga 1 2019 memutuskan mundur dari Persela Lamongan. Kemudian jelang akhir musim, menerima tawaran melatih Persebaya Surabaya yang menjalani masa sulit dengan Wolfgang Pikal. Sembilan laga dilalui tanpa terkalahkan. Kesebelasan berjuluk Bajul Ijo tersebut finis di Liga 1 2019 sebagai runner-up.

Tak lama setelah meninggalkan Barito Putera, Jacksen F. Tiago kembali menukangi Persipura Jayapura. Meski belum bisa kembali mengulang kejayaan seperti sebelumnya, pria kelahiran Brasil tersebut berhasil membangkitkan kesebelasan berjuluk Mutiara Hitam ke tatanan papan atas Liga 1. Dengan memadukan generasi tua-muda dari talenta berbakat Papua.

Kebijakan dari Bhayangkara FC untuk mengontrak Paul Munster sebagai pelatih berbuah hasil positif. Sebelum kedatangan mantan pelatih timnas Vanuatu tersebut, Adam Alis dkk menempati urutan sembilan klasemen. Perlahan dengan pasti Bhayangkara FC kembali tampil ganas dan bisa mengakhiri Liga 1 2019 pada peringkat empat.

Begitu diberikan pekerjaan oleh Barito Putera, target yang diembankan Djajang Nurdjaman sudah jelas yakni menghindari vonis degradasi. Sejak awal musim memang Laskar Antasari berkutat di papan bawah. Usaha dari pelatih berusia 60 tahun membuahkan hasil manis berupa kebertahanan klub asal Banjarmasin tersebut di Liga 1.