Salah satu kesebelasan Spanyol yang bermukim di wilayah Andalusia, Real Betis kian memantapkan isi skuatnya. Periode bursa transfer kali ini digunakan dengan sebaik mungkin oleh klub berjuluk Los Verdiblancos. Terus membangun sistem permainan yang memukau dengan tambahan kekuatan baru.

Hengkangnya Pau Lopez ke AS Roma coba ditutupi dengan mendatangkan Dani Martin dari Sporting Gijon. Sementara untuk meningkatkan daya serang, Juanmi dari Real Sociedad dan Nabil Fekir dari Olympique Lyon direkrut. Hal ini bisa juga sebagai antisipasi karena Giovani Lo Celso benar-benar cabut dari Benito VillamarĂ­n menuju Tottenham Hotspur.

Pada musim 2018/19, Real Betis dapat dikatakan meraih manfaat yang benar dalam urusan transfer pemain. Dana yang keluar sebesar 42,5 juta euro secara tepat untuk mengambil pemain yang sesuai kebutuhan. Tak ada lagi istilah pembelian mubazir seperti kala merekrut Denilson pada tahun 1998 silam. Rekor pembelian termahal klub sampai sekarang ini sudah diibaratkan cibiran contoh transfer pemain yang gagal.

William Carvalho rekrutan senilai 20 juta euro dan Diego Lainez yang tiba dengan nominal 14 juta euro. Giovani Lo Celso yang dipinjam dari Paris Saint-Germain dengan biaya 3 juta euro. Ditambah penerimaan free agent macam Pau Lopez dan Sergio Canales. Terbukti kerap menjadi andalan Real Betis dalam mengarungi ketatnya liga Spanyol.

Memang hasil yang diperoleh hanyalah menempati peringkat 10 klasemen akhir La Liga 2018/19. Di ajang Copa Del Rey perjalanannya sampai babak 32 besar. Namun dengan kesiapan yang saat ini terlihat, para pendukung Real Betis patut mengusung rasa optismisme tinggi. Segala dukungan dilakukan dengan maksimal dalam pre-season tahun ini.

Meski sibuk membeli pemain dari kesebelasan lain, Los Verdiblancos kerap menghasilkan pebola dari akademi sendiri yang melejit. Keberhasilan Spanyol menjuarai turnamen Piala Eropa U-21 2019 tak lepas dari peran alumni Real Betis B yaitu Dani Ceballos, Fabian Ruiz, dan Junior Firpo. Melanjutkan estafet jebolan sekolah klub yang berdiri tahun 1907 telah banyak dikenal publik macam Joaquin Sanchez dan Alejandro Pozuelo.

Jadi, sudah pantaskah menyebut Real Betis sebagai ancaman serius bagi para kesebelasan papan atas La Liga?