Tak bisa dipungkiri, Persib Bandung merupakan salah satu kesebelasan dari Indonesia yang menjadi tujuan favorit para pesepakbola. Berbekal riwayat sejarah tim yang panjang dan animo supporter yang tinggi. Silih berganti banyak pemain yang pernah mengenakan jersey khas klub berjuluk Pangeran Biru.

Berikut 11 pemain dari sekian banyak nama yang direkrut Persib Bandung kemudian gagal memberi banyak kontribusi.

David Pagbe
David Pagbe didatangkan Persib Bandung pada masa vakum kompetisi sepak bola nasional di tahun 2015. Diproyeksikan sebagai pengganti Vladimir Vujovic. Namun masa bakti eks Semen Padang tersebut hanya pada turnamen Piala Jenderal Sudirman saja. Karena dinilai oleh tim kepelatihan, tidak menampilkan performa yang baik.

Mbida Messi
Tiba pertama kali di Indonesia tahun 2013, Mbida Messi gabung dengan Persib Bandung. Pemain asal Kamerun ini mencuat perhatian dengan seragam Pangeran Biru saat mencetak gol spektakuler ke gawang klub Australia, Central Coast Mariners. Kurangnya menit bermain yang didapat membuat Mbida Messi memilih hengkang.

Satoshi Otomo
Di pertengahan musim ISL 2009/10, Persib Bandung merekrut Satoshi Otomo. Keberadaan gelandang naturalisasi kenegaraan Filipina tersebut di ibukota provinsi Jawa Barat hanya berlangsung singkat tak sampai setengah tahun. Permasalahan cedera membuatnya jarang bermain. Sehingga pencoretan namanya dalam skuat pun tak terelakkan.

Carlton Cole
Menghadapi Liga 1 2017, Persib Bandung memboyong dua pemain asing yang pernah membela klub ternama daratan Eropa, Michael Essien dan Carlton Cole. Sayangnya kehadiran keduanya tak mengangkat Pangeran Biru sebagai jawara Liga 1. Cole sendiri hanya bertahan selama satu putaran saja. Imbas dari performa yang kurang bagus. Perpisahan dengan manajemen tim pun tak menunjukkan kesan yang positif.

Fabio Lopes
Fabio Lopes gagal menjadi penyerang yang subur untuk Persib Bandung.  Tercatat hanya bisa bikin satu gol. Ketajaman yang ditorehkan kala merumput di liga Hongkong tak tercipta di Indonesia. Hadir sejak awal musim 2008/09, tapi pada putaran kedua terdepak. Dia kalah bersaing dengan striker asing Persib lain, Hilton Moreira dan Rafael Bastos.

Isnan Ali
Persib Bandung menjadi pelabuhan berikutnya Isnan Ali setelah perkuat Sriwijaya FC. Peristiwa itu terjadi pada awal musim 2010/11. Perannya tak terlalu menonjol dalam mendukung permainan tim. Sehingga begitu ISL musim tersebut usai, ia dilepas dan pindah ke Mitra Kukar.

Budi Sudarsono
Keganasan pemain berjuluk si Ular Piton dari Jawa Timur tak tampak kala membela Persib Bandung. Budi Sudarsono masuk skuat Pangeran Biru pada tahun 2009 dengan tujuan sebagai tandem Christian Gonzalez. Kolaborasi keduanya telah terjalin saat bersama main di Persik Kediri. Tapi striker yang akrab dengan nomor punggung 13 ini tak bisa memenuhi harapan manajemen dan para Bobotoh.

Zulkifli Syukur
Setelah sukses menjuarai ISL bersama Arema dan mulai sering dapat panggilan timnas Indonesia, Zulkifli Syukur memutuskan melanjutkan karirnya di Persib Bandung per tahun 2011. Yang terjadi kemudian adalah redupnya karir sang wing back kelahiran Sulawesi Selatan tersebut. Menyadari dirinya tak masuk skema tim untuk musim selanjutnya, Zulkifli keluar dari Persib dan menuju Mitra Kukar.

Bayu Sutha
Bek kelahiran pulau Bali, Bayu Sutha pindah ke Persib Bandung pada tahun 2007. Dengan kontrak yang konon kabarnya menyentuh nominal satu milyar. Mantan pemain Persema Malang itu diharapkan dapat menjadi palang pintu yang tangguh. Sayangnya selama semusim perkuat klub berjuluk Pangeran Biru tersebut, ia tak konsisten tampil mengesankan.

Markus Haris Maulana
Tenar sebagai kiper timnas Indonesia, tak menjamin Markus Haris dapat bersinar di Persib Bandung. Nasib buruk di Arema, yang membuatnya pindah pada tahun 2010 kembali terulang. Performa yang naik turun, membuatnya kerap bergantian main dengan Cecep Supriatna. Di tahun berikutnya, mantan penjaga gawang PSMS ini dipersilahkan mencari klub baru.

Rachmat Hidayat
Dejan Antonic yang ketika menjabat sebagai pelatih Persib Bandung pada gelaran ISC A 2016 membawa sejumlah mantan anak asuhnya di Pelita Bandung Raya. Diantaranya Kim Kurniawan, David Laly dan Rachmat Hidayat. Nama terakhir tak mendapat kesempatan turun ke lapangan. Apalagi begitu komando strategi tak lagi dipegang Dejan Antonic. Rachmat Hidayat pun tersingkir dari skuat Pangeran Biru untuk musim berikutnya.