Sebagai klub yang lahir dari ibukota dan sarat prestasi pada masa perserikatan, adalah hal yang wajar bila banyak pebola lokal (dan juga asing) berhasrat bisa gabung Persija Jakarta. Namun layaknya klub-klub sepak bola lain, Macan Kemayoran tak luput dari kesalahannya dalam memilih taring-taring untuk memperkuat terkamannya.

Berikut 11 pemain yang direkrut Persija Jakarta kemudian gagal memberi banyak kontribusi.

Roni Tri Prasnanto
Jelang ISL musim 2009/10, Persija memboyong tiga orang sekaligus untuk perebutan pos kiper inti yang ditinggalkan Hendro Kartiko. Yakni Roni Tri Prasnanto, M. Yasir dan Frengky Irawan. Dengan reputasi punggawa timnas level junior, awalnya Roni Tri yang diproyeksikan sebagai penjaga gawang utama. Namun beberapa kesalahan elementer dalam pertandingan yang dibuatnya pada masa awal-awal berada di tim membuatnya terpinggirkan.

Arthur Irawan

Pernah merasakan iklim sepak bola Eropa tak menjamin bahwa Arthur Irawan bisa sukses bersama Persija Jakarta. Apalagi dengan kondisi baru pulih dari hantaman cedera. Tiba pada gelaran Liga 1 2017, Ia jarang mendapat kesempatan bermain. Sehingga pada pertengahan musim, dipinjamkan ke klub lain yaitu Borneo FC.

Erik Setiawan
Bek sayap yang mengeyam ilmu sepak bola di Diklat Ragunan direkrut untuk memperkuat Persija di Liga Super Indonesia musim 2009/10. Sebelumnya ia perkuat Persib Bandung dan Arema Malang. Dengan mengenakan nomor punggung 26, Erik kalah bersaing dengan bek sayap lain dalam satu timnya. Pelatih Persija kala itu, Benny Dollo lebih sering memainkan nama senior Ismed Sofyan dan Leo Saputra. Untuk musim berikutnya, Erik dilepas dan bergabung dengan Persiba Balikpapan.

Syaiful Indra Cahya
Dengan kemampuan bisa ditempatkan dimana saja pada posisi lini belakang, Syaiful Indra Cahya merapat ke Persija pada Liga Super Indonesia 2014. Akan tetapi eks Persik Kediri dinilai masih kalah prospeknya dengan pemain lain macam Ryuji Utomo. Pada gelaran ISC A 2016, ia pindah ke Sriwijaya FC.

Victor Pae
Bek kelahiran tanah Papua mencoba peruntungannya di klub ibukota tersebut di pertengahan musim 2013/14. Sayangnya Victor Pae tak kunjung mendapat kepercayaan lebih dengan banyak bermain. Begitu selesai ISL 2013/14, ia dilepas dan pindah ke Borneo FC.

Septinus Alua
Pemain yang kerap memakai nama punggung Hanoman tersebut merapat ke Persija pada jelang persiapan musim 2018. Alua sempat diturunkan pada dua pertandingan penyisihan grup Piala AFC 2018, tapi dengan menit bermain yang sedikit. Banyak gelandang bertipe penjelajah dan penghancur serangan lawan yang ada dalam tim membuatnya rela menjadi pilihan kesekian. Bahkan pada kompetisi Liga 1 2018, ia sama sekali tidak dimainkan.

Frengky Kogoya
Setelah tidak jadi berlabuh ke PSMS Medan, Frengky Kogoya diambil Persija Jakarta untuk perkuat skuat musim 2018. Sayangnya pemain kelahiran tahun 1997 tersebut masih kalah saing dengan pemain sayap lain seperti Riko Simanjuntak dan Novri Setiawan. Meski begitu, ia masih beruntung ketimbang Alua. Karena sanggup membukukan 4 caps membela Macan Kemayoran di Liga 1 2018.

Rodrigo Tosi
Bersinar di belantika sepak bola Singapura, Tosi diharapkan bisa menjadi andalan anyar Persija pada putaran kedua ISC A 2016. Nyatanya, pemain yang pernah berkarir di Yunani dan Swiss tersebut gagal menunjukkan performa yang baik. Tak ada satu gol yang bisa dibikin olehnya untuk klub ibukota tersebut.

Mario Costas
Garang bersama PSMS Medan dan Persela Lamongan, Costas justru melempem di Persija Jakarta. Gagal tampil meyakinkan pada tiap kesempatan tampil di turnamen pra-musim pada tahun 2014. Sehingga Macan Kemayoran memutuskan mengirimkan striker berpaspor Argentina tersebut ke PSM Makassar. Ditambah permasalahan cedera pada hidungnya, membuat Costas tak lagi dipertahankan klub ibukota tersebut.

Lam Hok Hei
Mengarungi ISL 2013/14, Persija mengangkut Lam Hok Hei dengan status pinjaman untuk meningkatkan produktivitas gol. Keberadaan penyerang asal Hong Kong tak berlangsung lama. Penyebabnya saat ia mudik karena perihal cedera atau urusan keluarga, Persija tak mengetahui kabarnya. Sementara klub asal Lam Hok Hei, Rangers FC meminta pertanggungjawaban terkait transportasi dan gaji yang tidak terurus. Polemik tersebut makin menambah keyakinan Macan Kemayoran agar tidak memakai jasa Lam Hok Hei.

Ruben Cecco
Pemain berkebangsaan Argentina ini mulai petualangannya di Liga Indonesia pada tahun 2005 di Persekabpas Pasuruan. Dikontrak oleh Persija Jakarta pada pertengahan musim 2007 yang saat itu dilatih oleh Sergei Dubrovin.
Sayangnya Cecco tak bisa menjadi lebih baik dari juru gedor asing Persija sebelumnya pada musim tersebut yakni Javier Rocha dan Samuel Tayo. Lalu keberadaannya dalam daftar pemain asing yang tidak direkomendasikan oleh PSSI membuatnya terpental dari skuat Macan Kemayoran. Senasib dengan Evgeny Khmaruk dan Mustapha Sama.