Sejarah mencatat, Sriwijaya FC adalah klub pertama yang pernah menyandingkan gelar juara liga Indonesia dan piala Indonesia. Momen yang tercipta di tahun 2007. Sebelas tahun kemudian, kenyataan pahit diterima kesebelasan kebanggaan Sumatera Selatan yang rela harus turun dari kasta teratas kompetisi sepak bola nasional. Padahal persiapan mengarungi Liga 1 2018 dilakukan dengan baik dan merekrut banyak pebola papan atas. Tapi seperti yang diketahui, permasalahan manajemen tim yang membuat SFC menjalani pertandingan demi pertandingan bak pesakitan.

Tak hanya di tahun 2018 saja, Laskar Wong Kito tidak cakap dalam merekrut pemain. Berikut sebelas pemain yang berkesempatan membela Sriwijaya FC, tapi gagal memberi kontribusi maksimal.

Goran Gancev
Situasi krisis yang dialami SFC pada pertengahan Liga 1 2018, membuat dua palang pintu andalan Hamka Hamzah dan Mahamadou N’Diaye hengkang. Salah satu penggantinya yaitu Goran Gancev. Meski sudah malang melintang di percaturan sepak bola Indonesia, usianya yang sudah senja membuatnya sulit bersaing. Bek kewarganegaraan Makedonia itu hanya tampil 8 kali selama putaran kedua Liga 1 2018.

Syamsir Alam
Pernah menjadi kartu as timnas level junior. Punya pengalaman mencicipi kompetisi luar negeri. Dengan atribut yang dimiliki Syamsir Alam tersebut, nyatanya justru ia terpinggirkan ketika bermain di SFC. Penampilan yang kurang mengesankan selama pra-musim, membuatnya hanya menjadi alternatif dengan bermain sebanyak 6 pertandingan di ISL 2013-14.

Frank Ongfiang
Awal tahun 2014, Sriwijaya FC mengontrak pemain asal negara Kamerun, Frank Ongfiang. Meski pernah bermain di kompetisi Italia sekalipun, ternyata gelandang kelahiran tahun 1985 ini tak bisa menampilkan permainan yang memikat. Oleh karena itu, tak sampai akhir tahun 2014, ia tidak lagi dipakai sebagai punggawa Laskar Wong Kito.

Oktovianus Maniani Sriwijaya FC

Oktovianus Maniani
Kecemerlangannya di ajang Piala AFF 2010 membuat Oktovianus Maniani juga menjadi andalan SFC di selama mengarungi kompetisi nasional di musim 2010-11. Meski begitu, pelatih Laskar Wong Kito saat itu, Ivan Kolev harus kerepotan akan tingkah eks pemain Persitara Jakarta Utara tersebut. Kemudian ketika musim berganti, Okto tidak lagi bermukim di Palembang.

Jajang Mulyana
Sriwijaya FC meminjam Jajang Mulyana dari Pelita Jaya di putaran kedua ISL 2010-11. Untuk mengantisipasi krisis striker yang kala itu banyak mengalami cedera. Sama seperti Okto, akibat perilaku di luar lapangan yang dapat merugikan tim, Jajang pun dikembalikan ke klub sebelumnya. Padahal dalam beberapa partai, ia sering dimainkan meski dari bench.

Gunawan Dwi Cahyo
Diboyong dari Persik Kediri dan dalam pantauan timnas junior. Gunawan Dwi Cahyo diharapkan bisa menjadi bek lokal tangguh Sriwijaya FC selanjutnya di musim 2010-11. Namun karena kesalahan yang dibuat dalam salah satu pertandingan, mengakibatkan pemain yang akrab dengan nomor punggung 13 ini terdepak dari skuat inti.

Ardiles Rumbiak
Demi mendapat banyak kesempatan bermain, Ardiles Rumbiak rela meninggalkan tanah kelahirannya, Papua. Untuk kemudian merantau ke Palembang. Sayangnya selama ISL 2010-11, ia kalah bersaing dengan Supardi Nasir dan juga Mahyadi Panggabean. Jadilah cukup satu musim mantan pemain Persipura Jayapura ini membela Sriwijaya FC.

Pavel Solomin
Pada putaran kedua ISL 2009-10, Sriwijaya FC merekrut Pavel Solomin. Dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas gol. Mencetak 5 gol dari 12 pertandingan, penyerang berkebangsaan Uzbekistan ini tak kunjung mendapat rekomendasi untuk dipertahankan. Sehingga begitu musim selesai, ia pindah ke Persisam Samarinda.

Taufik Kasrun
Setelah lama mengabdi untuk Persela Lamongan, Taufik Kasrun ingin mencoba tantangan baru. Jelang ISL 2012-13, ia diboyong Sriwijaya FC. Bersama Laskar Wong Kito, bek yang pernah merasakan ban kapten timnas di level junior tersebut lebih banyak menepi di bangku cadangan. Alhasil paruh musim kedua, Taufik memilih kembali berkandang di Stadion Surajaya.

Syamsul Chaeruddin
Salah satu pebola unggulan daerah Sulawesi Selatan ini pernah merapat ke Sriwijaya FC pada ISL musim 2011-12. Syamsul kesulitan menggeser Ponaryo Astaman dan Lim Jun Sik sebagai inti lini tengah SFC. Sehingga dia tak bertahan lama di Palembang dan minggat mudik ke PSM Makassar yang bertanding di IPL begitu ISL putaran pertama rampung.

Aliyuddin
Penyerang lokal ternama yang didatangkan Sriwijaya FC untuk menghadapi musim 2012-13 jatuh kepada Aliyuddin. Dinilai dapat menambah kualitas lini depan Laskar Wong Kito, justru mantan pemain Persikota Tangerang dan Persija Jakarta tersebut tak sering dimainkan. Tak ingin karirnya tenggelam, Aliyuddin cabut ke Persikabo Bogor pada pertengahan musim.