Kompetisi Liga 1 2018 telah usai. Kesebelasan yang harus menerima vonis degradasi ke Liga 2 pada musim depan yaitu PSMS Medan, Sriwijaya FC, Mitra Kukar. Dari ketiga tim tersebut sudah dibentuk formasi terbaik yang berisi pemain lokal berdasarkan pemikiran kru Master Liga Indonesia. Dengan catatan, tidak termasuk pemain naturalisasi kewarganegaraan.

PSMS Medan mengirimkan 4 pemainnya. Firza Andika yang merupakan bek favorit di timnas junior dengan kelihaiannya mengeksekusi bola mati. Rachmad Hidayat dan Frets Butuan yang menjadi produsen gol Ayam Kinantan dari lini kedua. Untuk pos bek tengah, Roni Fatahillah yang sudah main sebanyak 19 laga di Liga 1 2018.

Dari kubu Sriwijaya FC, terdapat 4 pemain. Mistar gawang menjadi milik Teja Paku Alam yang merupakan salah satu dari 5 besar kiper dengan total jumlah penyelamatan terbanyak di Liga 1 2018. Bek sayap eksplosif, Marckho Sandy dengan catatan dua gol. Duet lini tengah Syahrian Abimanyu (pilar timnas U-19) dan Zulfiandi (andalan timnas U-22 dan senior).

Klub asal provinsi Kalimantan Timur, Mitra Kukar menyumbang 3 pemain. Dedi Gusmawan yang pernah merumput di Myanmar menghuni lini belakang. Gelandang serang beridentik nomor punggung 29, Septian David Maulana. Ditambah Aldino Herdianto, taring alternatif Naga Mekes ketika Fernando Rodriguez (striker inti) absen main atau belum bisa memecah kebuntuan.

Untuk bangku cadangan, masing-masing posisi per lini akan diisi 1 pemain. Lini belakang terdapat dua pemain Mitra Kukar yakni Gerri Mandagi sebagai penjaga gawang pelapis dan Wiganda Pradika. Sementara Antonio Putro dari PSMS Medan disertakan untuk cadangan lini tengah. Lalu ada Yogi Rahadian yang merupakan penyerang Sriwijaya FC.

Bagaimana, sependapatkah anda?