Seperti yang banyak diketahui, Italia merupakan salah satu penghasil pelatih sepak bola jempolan. Salah satunya yakni Marcello Lippi. Berjubelnya gelar yang didapat dari menukangi Juventus dan Guangzhou Evergrande, serta juara World Cup 2006 dengan timnas Italia.

Dari buku biografi Marcello Lippi berjudul Il Gioco delle Idee: Pensieri e Passioni da Bordo Campo, prioritas utama dalam menangani timnya adalah kerja sama dan kekompakan tim. Reputasi besar yang disandang pemain bukan menjadi hal yang diutamakan olehnya. Penentuan taktik atau strategi dirancang menyesuaikan dengan pemain-pemain yang dimiliki. Sehingga tak terpaku pada gaya bermain tertentu.

Tak pelak, banyak pebola yang pernah dibimbing Marcello Lippi, menjadikannya sebagai salah satu mentor untuk menapaki karir sebagai pelatih. Diantaranya pun sudah menorehkan berbagai prestasi.

Didier Deschamps
Juru taktik timnas Prancis saat ini, Didier Deschamps dapat dikatakan sebagai murid Marcello Lippi yang tersukses saat ini. Pernah menukangi Juventus, dengan berhasil mempersembahkan gelar juara Serie B sebagai pelipur lara tragedi Calciopoli. Kemudian berlanjut menyumbang trofi untuk Olympique Marseille, diantaranya kampiun Ligue 1 2009/10. Pencapaian Lippi yang menggondol Piala Dunia bagi timnas negaranya, turut ditirukan oleh Deschamps pada tahun 2018 lalu. Deschamps salah satu pemain yang direkrut Lippi di musim pertamanya sebagai allenatore Juventus.

Zinedine Zidane
Menjelang musim 1996/97 mulai, Marcello Lippi merekrut Zinedine Zidane dari Bordeaux. Lalu mengasahnya menjadi salah satu pemain berkelas dunia. Sampai akhirnya meninggalkan Juventus dengan bayaran yang mahal oleh Real Madrid. Meski belum mengabdi kembali bersama Juventus sebagai allenatore, kiprah Zidane disanjung banyak pihak atas kesuksesannya melatih Real Madrid. Dengan beragam trofi yang diraih termasuk tiga kali berturut-turut menjuarai Liga Champions.

Antonio Conte
Antonio Conte termasuk sudah lama menjadi anak asuhnya Marcello Lippi. Mulai dari periode pertama Lippi di Juventus yakni rentang tahun 1994 sampai tahun 1999. Dan periode kedua yang berlanjut tahun 2001 hingga tahun 2004. Karir kepelatihan Conte sebagai allenatore sudah merasakan gelar jawara liga Italia dan liga Inggris. Pernah menjabat sebagai pelatih timnas Italia juga kendati hanya satu turnamen mayor saja yang diikutinya yakni Euro 2016. Berbeda dengan Lippi yang tenang di sisi lapangan mendampingi anak asuhnya, Conte meledak-ledak penuh semangat.

Ciro Ferrara
Pertemuan pertama antara Ciro Ferrara dengan Marcello Lippi terjadi saat keduanya di Napoli pada musim 1993/94. Musim berikutnya Lippi gabung ke Juventus, Ferrara pun turut diboyongnya. Tak lama Ferrara gantung sepatu, dia diajak Lippi masuk staf kepelatihan timnas Italia. Dimana pada saat itu Lippi berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2006. Selanjutnya karir Ferrara sebagai pelatih berlanjut di Juventus, Sampdoria hingga timnas Italia U-21. Dia pun juga mengikuti jejak Lippi yang melatih klub di negara Tiongkok. Sejak dari Wuhan Zall, karir Ferrara belum diteruskan lagi.

Massimo Carrera
Pada awal masa kepelatihan Marcello Lippi di Juventus, Massimo Carrera merupakan salah satu pemain yang diandalkan untuk menggalang lini belakang. Kendati tak lama berselang datangnya bek-bek baru dari tim lain yang membuatnya cabut dari I Bianconeri. Karir kepelatihan Carrera dimulai melatih tim akademi Juventus dan kemudian menjadi asisten Antonio Conte. Berlanjut menerima tawaran menjadi pelatih utama di Spartak Moskow usai gelaran Euro 2016. Dua musim menangani klub asal Rusia tersebut, gelar juara liga musim 2016/17 berhasil disabetnya.

Fabio Cannavaro
Sebelum di timnas Italia, Fabio Cannavaro pernah merasakan asuhan Marcello Lippi kala keduanya berada di klub Napoli. Bek yang kemudian dipercaya sebagai kapten Gli Azzurri dibawah komando Lippi. Selesai karirnya sebagai pemain, Cannavaro menekuni dunia kepelatihan. Namun masih di sekitaran benua Asia. Kini dia masih menjabat sebagai allenatore Guangzhou Evergrande. Dan sempat dipercaya menduduki pos pelatih timnas Tiongkok.

Paulo Sousa
Selain Ciro Ferrara dan Didier Deschamps, pemain lain yang didatangkan Marcello Lippi pada musim pertamanya menukangi Juventus yakni Paulo Sousa. Karir Paulo Sousa di Juventus hanya berlangsung dua musim. Dan ketika sekarang sudah menjadi pelatih, Lippi tak ragu memujinya sebagai salah satu pelatih dengan banyak ide yang modern. Prestasi yang sudah dicapai Paulo Sousa belum secemerlang kala aktif menjadi pemain. Berhasil menjuarai liga Israel dan liga Swiss.

Gianluca Vialli
Sudah lama Gianluca Vialli tak menekuni profesi sebagai pelatih. Terakhir yakni pada musim 2001/02 dengan menukangi klub Inggris, Watford. Sebelumnya dia merebut cukup banyak piala untuk Chelsea. Bermula dari posisi player-manager di kesebelasan kota London tersebut sejak triwulan pertama tahun 1998. Kendati hanya 2 musim merasakan sentuhan Marcello Lippi, gaya melatih Vialli tak jauh dari khas sang mentor di Juventus.

Igor Tudor
Marcello Lippi mendatangkan Igor Tudor, anggota timnas Kroasia yang tampil perkasa di Piala Dunia 1998. Tudor mampu diandalkan Juventus sebelum kendala cedera menghadang. Memulai profesi sebagai pelatih di Kroasia, Tudor berkelana menukangi kesebelasan di Yunani, Turki, dan teranyar di Italia bersama Udinese. Sayang pada November lalu Tudor tercelat dari stadion Friulli. Padahal di periode pertama di Udinese yakni akhir musim 2017/18, dia sukses mengamankan klub dari jeratan degradasi.

Fabio Pecchia
Semasa aktif menjadi pemain, Fabio Pecchia merasakan asuhan Marcello Lippi di Napoli dan Juventus. Begitu terjun ke bidang kepelatihan, Pecchia menambah jam terbangnya dengan menjadi asisten Rafael Benitez di Napoli, Real Madrid dan Newcastle United. Kemudian menerima kesempatan melatih Hellas Verona dalam kurun pertengahan tahun 2016 sampai penghujung tahun 2018. Kini Pecchia dipercaya sebagai allenatore Juventus U-23.

 

Filippo Inzaghi
Nama striker kondang Italia, Filippo Inzaghi lebih identik dengan AC Milan. Namun dia termasuk pemain yang sering mendapat arahan dari Marcello Lippi. Mulai saat penyerang berjuluk Super Pippo berseragam Juventus (1997-2001). Dan bermain untuk timnas Italia, termasuk dalam skuad yang menjuarai Piala Dunia 2006. Sempat membesut AC Milan dan Bologna di ajang Serie A. Sekarang Super Pippo dipercaya menukangi Benevento yang tampil di Serie B.