Pertandingan-pertandingan perempat final Piala Asia 2019 sudah terlaksana. Tiga pertandingan berakhir dengan keunggulan tipis satu gol tanpa balas. Sedangkan satu pertandingan sisanya berjalan berat sebelah karena skor akhir beda telak tiga gol.

Kendati begitu, bukan berarti tak ada cerita yang bisa diulas dari gelaran turnamen elit antar bangsa se-Asia ini. Kesebelasan Amatir mengulas sedikit 11 hal yang menarik dari pertandingan-pertandingan babak delapan besar Piala Asia 2019.

1. Debut VAR di Piala Asia
Perhelatan Piala Asia kali ini tak mau ketinggalan untuk menggunakan Video Assistance Referee (VAR). Mulai pertandingan babak perempat final, VAR diterapkan sebagaimana fungsinya membantu wasit. Pemakaian VAR akan berlanjut sampai partai final.

2. Blunder Milos Degenek
Gol semata wayang yang terjadi di pertandingan Uni Emirat Arab melawan Australia adalah hasil dari kesalahan Milos Degenek. Bek Socceroos itu justru menyodorkan bola ke arah striker UEA, Ali Mabkhout. Dan dengan tenang, ia menceploskan bola untuk kemenangan kubu tuan rumah.

3. Banyak tembakan, tapi gugur
Tercatat sebanyak 22 shooting diciptakan pemain-pemain Australia untuk mendobrak pertahanan UEA. Jumlah tembakan terbanyak diantara perempat finalis Piala Asia 2019 lainnya. Namun, hanya dua tembakan yang on target. Gagal mencetak gol, Socceroos pun harus angkat koper.

4. Ali Mabkhout sejajar Takahara
Berkat satu gol yang dibuat saat partai Uni Emirat Arab melawan Australia, Ali Mabkhout masuk tiga besar pemain paling subur selama tampil di Piala Asia. Menyamai torehan penyerang Jepang, Naohiro Takahara dengan 9 gol. Terpaut 5 gol dari top skor sepanjang masa Piala Asia, Ali Daei.

5. Son Heung-Min tanpa gol
Pemain yang memperkuat klub Tottenham Hotspurs ini gagal mencetak gol selama bermain di Piala Asia 2019. Son baru tiba di UEA untuk membela timnas Korea Selatan pada matchday 3 penyisihan grup. Ditambah, dia menjalakan lakon baru sebagai pengatur permainan Taegeuk Warriors.

6. Penantian Korea Selatan diperpanjang
Kesuksesan merebut medali Emas Asian Games 2018, tak bisa diteruskan oleh Korea Selatan untuk berjaya di Piala Asia 2019. Asa mengakhiri paceklik juara Piala Asia sejak tahun 1960 kandas. Terakhir kali Teageuk Warriors gugur di babak perempat final Piala Asia yakni pada tahun 2004.

7. Semi final perdana Qatar
Dengan kesolidan tim yang tinggi, Qatar untuk pertama kalinya menembus semi final Piala Asia. Korea Selatan yang merupakan salah satu tim unggulan bisa disingkirkan oleh sang tuan rumah Piala Dunia 2022. Sebelumnya pencapaian paling jauh Qatar di Piala Asia hanya sampai 8 besar.

8. Iran dan Qatar masih nirbobol
Dari mulai penyisihan grup sampai melaju ke semifinal, gawang Iran dan Qatar belum pernah dijebol oleh lawannya. Selain selalu clean sheet, kedua timnas ini juga sementara mencatatkan produktivitas yang sama dengan menghasilkan 12 gol. Apakah Iran dan Qatar bisa bertemu di final?

9. Gol kedua Karim Ansarifard
Karim Ansarifard kembali mencetak gol perhelatan Piala Asia. Dalam kurun empat menit main di partai perempat final. Pada edisi 2015, dia tak diberi kesempatan bermain. Baru satu gol yang dibuat penyerang klub Nottingham Forest ini selama bertanding di Piala Asia. Yaitu pada tahun 2011.

10. Kecemerlangan Dang Vang Lam
Kiper Vietnam, Dang Vang Lam tampil mengesankan di perempat final Piala Asia 2019. Dia menjadi penjaga gawang yang paling banyak melakukan penyelamatan di partai 8 besar tersebut. Dengan total 5 saves. Unggul satu angka dari kiper Jepang yang menjadi lawannya, Shuichi Gonda.

11. Jepang menguasai bola
Presentase ball possesion Jepang di pertandingan perempat final amat tinggi dibandingkan kontestan lainnya. Yaitu sebesar 68,2%. Para pemain The Samurai Blue menguasai bola dengan banyak melakukan passing. Sebanyak 709 umpan yang dihasilkan dengan tingkat akurasi 86,2%.