Momen bersejarah Paris Saint-Germain (PSG) mengangkat trofi tanda sebagai juara di kompetisi antar klub Eropa terjadi pada 8 Mei 1996. Dari ajang tingkat ketiga yang diselenggarakan UEFA yang bernama piala Winners’ Cup.

Pertandingan final piala Winners’ Cup 1995/96 mempertemukan PSG versus Rapid Vienna (atau Rapid Wien). Tercatat kurang lebih 37.000 pasang mata hadir menyaksikan langsung partai tersebut di King Baudouin Stadium. Stadion ternama di Belgia yang sebelumnya Heysel, yang dikenal oleh tragedi berdarah final Liga Champions 1984/85.

Bagi Rapid Vienna, ini merupakan kesempatan kedua tampil di final piala Winners’ Cup. Sebelumnya klub asal Austria tersebut main di partai puncak pada ajang serupa di musim 1984/85, namun gagal menjadi jawara. Sementara untuk PSG, perdana tanding di final piala Winners’ Cup.

Sumber kekuatan kedua tim yang bertarung di final adalah duet lini depannya yang tajam selama gelaran piala Winners’ Cup 1995/96 dihelat. Rapid Vienna mengandalkan Carsten Jancker (mencetak 6 gol) dan Christian Stumpf (mencetak 4 gol). PSG dengan Youri Djorkaeff (mencetak 4gol) and Patrice Loko (mencetak 4 gol).

Sebelum memasuki partai puncak, Rapid Vienna menyingkirkan Petrolul Ploiești, Sporting CP, Dynamo Moskow dan Feyenoord. Sedangkan PSG menaklukkan Molde, Celtic, Parma dan Deportivo La Coruna. Jadilah partai final piala Winners’ Cup 1995/96 mempertemukan kesebelasan dari ibukota Prancis dan ibukota Austria.

Jalannya pertandingan final piala Winners’ Cup 1995/96 berlangsung alot. Hingga sembilan puluh menit pertandingan, hanya tercipta satu gol. Sepakan keras dari bek PSG, Bruno N’Gotty memanfaatkan bola bergulir dari free kick Youri Djorkaeff menjadi pembeda skor pada final tersebut. Selain itu aksi-aksi penyelamatan heroik dari penjaga gawang sekaligus kapten PSG, Bernard Lama membuat lawan gagal mencetak gol.

Keberhasilan PSG menjuarai piala Winners’ Cup 1995/96 menjadikan klub kedua dari Prancis yang dapat meraih gelar dari kompetisi antar klub Eropa. Sebelumnya yakni Olympique Marseille yang menobatkan diri sebagai kampiun Liga Champions 1992/93. Hingga sekarang, belum ada lagi kesebelasan-kesebelasan Ligue 1 yang menggondol trofi turnamen yang diselenggarakan oleh UEFA.