Salah satu kesebelasan dari Spanyol yang kerap menyita perhatian di awal abad 21 adalah Real Zaragoza. Klub yang bermukim di wilayah Aragon yang terletak di bagian utara Spanyol ini menggondol trofi Copa del Rey pada musim 2000/01 dan musim 2003/04. Kesuksesan pada musim yang terakhir disebutkan menjadi memori perayaan belum tentu bisa diulang sekarang ini.

Saat ini, Real Zaragoza bertarung di arena kompetisi kasta kedua liga Spanyol yang akrab disebut La Liga 2 . Krisis finansial yang amat kronis menjadi penyebab tragis kejatuhan klub dengan salah satu julukan Los Blanquillos. Sampai pernah mengalami musim dimana banyak pemainnya dimiliki oleh pihak ketiga.

Lalu bagaimana kabar dan keberadaan pemain-pemain yang menjadi pilar inti kekuatan Real Zaragoza pada musim 2003/04?

Cesar Lainez
Penjaga gawang utama Real Zaragoza pada musim 2003/04. Dia sudah lama membela Los Blanquillos dari awalnya masuk tim Real Zaragoza B. Sampai memutuskan gantung sarung tangan pada pertengahan tahun 2005. Setelah itu, dia melanjutkan karir sebagai pelatih Real Zaragoza B sejak tahun 2014. Pernah juga dipercaya menjadi caretaker di tim utama pada tahun 2017. Sekarang Cesar Lainez menjadi juru taktik di tim kasta ketiga liga Spanyol, UB Conquense.

Carlos Cuartero
Berstatus kapten utama Real Zaragoza pada musim 2003/04. Sama Cesar Lainez, Carlos Cuartero merupakan personil Real Zaragoza sejak tahun 1992 dari tim B hingga naik ke tim utama. Salah satu one man one club dari Los Blanquillos karena ia terus berada di La Romareda sampai akhir karir pesepakbolanya. Mulai sekitaran tahun 2016 hingga saat ini, dia dipercaya menduduki jabatan penting sebagai direktur umum klub Real Zaragoza.

Gabriel Milito
Berkat penampilannya bersama Real Zaragoza, namanya semakin dikenal sebagai salah satu bek tangguh. Dipercaya menjadi andalan lini pertahanan timnas Argentina. Gabriel Milito meninggalkan La Romareda untuk menerima pinangan klub Barcelona pada musim panas 2008. Kendati bisa merasakan gelar juara La Liga dan Liga Champions, Gabriel Milito lebih banyak berkutat dengan masalah cedera daripada merumput di lapangan. Selepas memutuskan pensiun dengan usia 31 tahun, Kini dia menganggur sejak terakhir lepas kerja sebagai pelatih klub asal Chile, O’Higgins.

Alvaro de Aquino
Bek yang direkrut pada awal musim 2003/04 ini menjadi pemain Real Zaragoza hanya tiga tahun. Pertengahan tahun 2006, Alvaro hengkang ke Levante. Selanjutnya dia mudik ke negara asalnya Brasil pada tahun 2008. Berdasarkan info dari Transfermarkt, per Desember 2017 Alvaro bergabung dengan klub dari kompetisi regional Mineiro, Clube Atletico Tricordiano. Namun tidak tercantum kelanjutan karirnya apakah masih aktif atau sudah pensiun.

Delio Toledo
Pos bek sayap kiri Real Zaragoza 2003/04 kerap ditempati oleh Delio Toledo. Dia turut serta dalam skuat Paraguay di Piala Dunia 2006. Selesai gelaran tersebut, Toledo menanggalkan seragam Los Blanquillos. Info dari Transfermarkt, dia pensiun sebagai pesepakbola di tahun 2012 dengan klub terakhirnya yaitu 3 de Febrero. Dilihat artikel situs resmi federasi sepak bola Paraguay, APF, Delio Toledo sekarang masuk dalam jajaran staf kepelatihan timnas Paraguay U-17.

Leonardo Ponzio
Gelandang berkebangsaan Argentina ini dua periode menjadi pemain Real Zaragoza. Yang pertama pada kurun tahun 2003 s.d. 2006. Berikutnya pada awal tahun 2009 hingga akhir tahun 2011. Sekarang Leonardo Ponzio masih mengolah kulit bundar bersama klub kenamaan Argentina, River Plate. Memperoleh beberapa gelar bergengsi di percaturan antar klub Amerika Latin seperti Copa Sudamericana dan Copa Libertadores. Dia mungkin akan segera gantung sepatu mengingat umurnya yang sudah 37 tahun.

Cani
Pemain bernama lengkap Ruben Gracia Calmache mengawali karir sebagai pemain bola di Real Zaragoza. Turut andil dalam keberhasilan Los Blanquillos musim 2003/04. Pertengahan tahun 2006, dia cabut menuju Villarreal. Cani kembali pulang ke La Romareda pada awal musim 2016/17. Kemudian pada akhir musim dia memutuskan untuk pensiun. Diambil berita-berita dari media Spanyol, Cani saat ini memperdalam ilmu kepelatihan sepak bola.

Savio
Demi menyelamatkan karirnya yang semakin memburuk di Real Madrid, Savio pindah ke Real Zaragoza mulai musim 2003/04. Berperan sebagai pendobrak dari lini tengah Los Blanquillos. Tiga musim menjadi masa baktinya di La Romareda. Kelanjutan petualangan sepak bolanya berlanjut di negara asalnya, Brasil. Lalu sempat kembali ke Spanyol serta sempat singgah semusim di Siprus dan akhirnya pensiun di tanah kelahirannya pada tahun 2010. Sekarang Savio lebih aktif sebagai penghubung antara pemain-pemain muda Brasil dan klub-klub negara lain.

Luciano Galletti
Empat musim Luciano Galletti memperkuat Real Zaragoza. Sebelumnya dia bermain bersama Estudiantes dan juga klub Italia yakni Napoli kemudian Parma. Lepas dari Los Blanquillos, winger asal Argentina ini merapat ke Atletico Madrid. Sesudah itu, dia hijrah ke Yunani sampai penghujung karirnya di tahun 2014. Belum ada kabar terbaru saat ini mengenai Luciano Galletti yang satu angkatan dengan Gabriel Milito dan Esteban Cambiasso di Piala Dunia U-20 tahun 1999.

Dani Garcia
Bergabung ke Real Zaragoza pada pertengahan musim 2003/04 sebagai pemain pinjaman dari Barcelona. Penyerang dengan nama lengkap Daniel García Lara mendapat banyak kesempatan bermain. Salah satu yang pertandingan yang berkesan baginya bersama Los Blanquillos adalah di final Copa del Rey. Dimana dia berhasil mencetak satu dari tiga gol kemenangan timnya. Tepat setelah musim 2007/08 usai, Dani Garcia gantung sepatu. Hingga saat ini, tak terdengar berita mengenai kelanjutan kehidupan sepak bola Dani Garcia.

David Villa
Real Zaragoza merekrut David Villa dari Sporting Gijon di awal musim 2003/04. Keputusan yang jitu mengingat penyerang kelahiran tahun 1981 itu bisa menggelontorkan gol demi gol. Keberadaannya di La Romareda hanya dalam waktu singkat, 2 musim. Kemudian seperti yang banyak diketahui, David Villa sudah merasakan banyak kesuksesan baik itu di klub dan juga di tim nasional Spanyol. Mengawali tahun ini, striker berjuluk El Guaje ini sepakat gabung kesebelasan asal Jepang, Vissel Kobe.